Home Nasional Menkominfo Kembali Ancam Tutup Semua Platform Sosial Media, Bukan Hanya Telegram

Menkominfo Kembali Ancam Tutup Semua Platform Sosial Media, Bukan Hanya Telegram

1235
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali mengancam akan menutup semua platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif yang mengancam keamanan negara. Yang terbaru adalah dilakukannya pemblokiran terhadap akses akses Telegram, Sabtu kemarin (14/7/2017).

Baca : Hari Ini, 14 Juli 2017 Telegram Resmi Diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika

Hal ini dilakukan pemerintah dalam hal ini Kominfo menyusul beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, seperti kasus bom panci, usai pembuat bom panci di kamar kontrakan di Buah Batu, AG, mengaku kepada polisi belajar membuat alat peledak itu dari akun berbagi video di internet.

“Berdasarkan data Statistik kami pada 2016 hingga saat ini, permintaan-permintaan untuk mencabut akun-akun apakah itu medsos atau akun video file sharing (berbagi video), hanya dilakukan oleh 50 persen oleh penyedia platform internasional media sosial atau akun video sharing. Ini benar-benar mengecewakan,” ujar Rudiantara usai Deklarasi Antiradikalisme di aula Graha Sanusi Hardjadinata pada Jumat (14/7/2017).

Alhasil, pemerintah mengambil sikap tegas. Bahkan, permintaan tersebut disertai dengan ancaman.
“Kalau tidak ada perbaikan, kami akan serius. Pemerintah tidak punya niat untuk menutup platform ini di Indonesia, tapi kalau tidak ada perbaikan, kami akan sangat mempertimbangkan untuk menutup platform,” kata dia.

Rudiantara pun meminta maaf kepada pengguna media sosial jika nantinya pemerintah akan menempuh kebijakan tersebut. Namun, mereka melakukan hal itu semata-mata demi menjaga stabilitas keamanan di Tanah Air.

“Jadi kami bisa (menjatuhkan sanksi) bertahap. Mungkin secara teknis, tidak langsung ditutup platform-nya. Tapi mereka tidak bisa pasang iklan. Pemerintah sudah pernah melakukan itu sebelumnya,” kata dia.

Menurutnya, siapa pun yang ingin berbisnis tentu menginginkan stabilitas keamanan dan politik. Sementara, permintaan Kemkominfo kepada penyedia media sosial semata-mata untuk menjaga kestabilan kondisi tersebut.

“Saya katakan (kepada mereka), Anda itu mau berbisnis di Indonesia atau mengacaukan Indonesia? Kalau mau mengacaukan, maka Anda akan berhadapan dengan saya dan teman-teman penegak hukum. Tapi, kalau mau berbisnis maka lakukan (permintaan) itu,” kata Rudiantara secara tegas.

Ini bukan kali pertama Rudiantara melayangkan ancaman kepada penyedia media sosial. Ketika ramai berseliweran berita hoax, Rudiantara juga melontarkan ancaman serupa hanya kali tersebut yang terkena adalah akun pengguna Facebook.
Saat itu Menkominfo mengatakan “Kalau sebelumnya akunnya yang ditutup, tapi kalau nanti sudah keterlaluan Facebook-nya yang kita tutup,” di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Nah, kalau begitu, kira-kira platform sosial media mana lagi yang akan ditutup. Pertanyaan awam yang sangat sederhana saja buat Pak Menkominfo, apabila yang menyalahgunakan sosial media adalah penggunanya, bagaimana korelasi terhadap penutupan platform-nya?

Analoginya, bila ada pembunuh menggunakan pisau dapur, apakah industri pembuat pisau dapur, juga pasar dan atau toko bahkan penjualnya dinyatakan sebagai tersangka pula. Maaf, hanya saja, kami warganet butuh penjelasan lebih lanjut.

Bagikan artikel ini :