Home Nasional Komisi Pemilihan Umum Meluncurkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih)

Komisi Pemilihan Umum Meluncurkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih)

1321
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) – Dalam rangka menyosong penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum meluncurkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Sidalih ini akan berfungsi membantu penyusunan dan pemuktahiran data pemilih.

“Dengan mengucapkan bismillah Mulai hari ini pukul 11.00 wib KPU meresmikan sistem data pemilih, dan sudah bisa dibuka kembali serta bisa digunakan, kata Ketua KPU RI, Arief Budiman di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

“Sidalih ini dapat digunakan untuk mendeteksi data ganda dan sebagai perekam data pemilih dalam kesinambungan pemilu ke pemilu selanjutnya,” sambung Arief.

Selain acara peluncuran Sidalih, KPU juga selanggarakan FGD Evaluasi Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara.

Arief mengatakan, KPU sudah menggunakan Sidalih dalam beberapa kali pemilu. Namun, setelah pilkada 2017, kata dia, KPU menghentikan terlebih dulu Sidalih ini dan meminta petugas di 514 daerah melakukan pemuktahiran secara offline.

Para petugas, lanjut dia, berkoordinasi dengan Dukcapil setempat, aparat desa dan bahkan ada petugas yang koordinasi dengan dinas pemakaman. Koordinasi ini, kata dia, dalam rangka update data pemilih karena ada perubahan seperti karena meninggal, pernikahan, usia mencapai 17 tahun, perubahan status TNI atau Polri.

“Ada perubahan (data pemilih) sekian puluh dan ratusan ribu, sekarang kita minta mereka masukkan ke sistem ini untuk memperbarui datanyan,” tandas dia.

Tak hanya meresmikan, Ketua KPU RI melakukan Video Conference dengan Perwakilan KPU di berbagai Provinsi.

Selain itu Arief juga menambahkan bahwa jika ruangan Operation ini dipergunakan untuk mengontrol proses pemilihan umum.
“Dengan ruangan ini kita bisa mengontrol proses pemilihan umum,” katanya.

Tak hanya meresmikan, Ketua KPU RI melakukan Video Conference dengan Perwakilan KPU di berbagai Provinsi.

“Seperti di Jambi sudah bekerja sama dengan KUA dan Dinas Pemakaman agar permuktahiran data pemilih data lebih akurat,” katanya.

Dia pun menghimbau pada seluruh peserta pemilu dan calon kepala daerah agar melakukan pengecekan data yang sudah dibuka kembali oleh KPU RI. Bagi masyarakat supaya secara aktif mengechek apakah namanya sudah masuk sidalih atau belum. Jika belum masuk, kata dia maka bisa lapor ke KPU agar proses pemuktahiran datanya dipercepat.

“Berbasis Nomor Induk Kependudukan, nama lengkap, tempat tanggal lahir dan pencatatan di TPS, masyarakat nantinya juga dapat mengecek langsung namanya pada sidalih di laman kpu.go.id pada saat proses pengumuman DPS dan DPT,” tutur dia.

“Apalagi kami sebetulnya minta data yang sudah ber-KTP elektronik supaya data itu lebih bersih,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Arief menuturkan pihaknya mempunyai program pemutakhiran DPT berkelanjutan. Rencananya, kata dia, setiap tiga atau enam bulan sekali, KPU di kabupaten/kota merilis pemuktahiran data pemilih.

“Ini program kita jangka panjang, kalau tidak bisa tiga bulanan, sekurang-kurangnya enam bulan sekali teman-teman di kabupaten dan kota harus merilis jumlah pemilih mereka,” ujar dia.

“Kepada seluruh peserta pemilih maupun para peserta calon kepala Daerah, kita sudah membuka data data nya kembali,bagi masyarakat sudah bisa melakukan pengecekan,jika terjadi kesalahan segera dilaporkan dan KPU akan melakukan proses perbaikan,” tutupnya.

Pada peresmian tersebut hadir Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Harjono, Perwakilan Bawaslu, dan Perwakilan KPUD DKI Jakarta. (MR)

Bagikan artikel ini :