Home Hukum & Kriminal MUI : Mengutuk Keras Dan Minta Polisi Tangkap Para Pelaku Penikaman Ahli...

MUI : Mengutuk Keras Dan Minta Polisi Tangkap Para Pelaku Penikaman Ahli IT Hermansyah

442
1
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan keji dan kejam terhadap pakar telematika dan Ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah (46) yang pernah menyebut bahwa chat berkonten pornografi yang diduga antara Habib Rizieq dengan Firza Husein adalah rekayasa.

“Mui mengutuk dengan keras sikap dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah orang pagi ini terhadap saudara Herman di jalan tol halim yang benar-benar mengancam keselamatan dan jiwa yang bersangkutan,” demikian pesan pendek Sekjen MUI Dr. KH. Anwar Abbas yang diterima redaksi Ahad (9/7/2017).

MUI, lanjut Kiai Anwar, mendesak pihak kepolisian untuk secepatnya dapat mengungkap si pelaku dan menyeret mereka ke depan pengadilan untuk mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya dan seadil-adilnya.

Baca : Begini Kronologi Penusukan Hermansyah Ahli IT yang Sebut Chat HRS-FH 100% REKAYASA

“Ini penting ditangani oleh pihak kepolisian secara cepat dan profesional karena kalau tidak peristiwa ini bisa menjadi bola liar dan menjadi isu yang akan sangat mengganggu kehidupan nasional karena bisa di kait kaitkanan dengan berbagai persoalan di negeri ini karena sang korban sesuai dengan keilmuan dan keahlian yang dimilikinya dalam bidang telematika telah mampu mengemukakan sisi dan perspektif lain dari beberapa kasus yang ada dan terjadi di negeri ini sehingga terkesan yang bersangkutan memang menjadi target untuk dan akan dihabisi,” papar Kiai Anwar

Demi menghilangkan syak wasangka dan beredarnya isu-isu yang tidak baik yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan di negeri ini, MUI, kata Kiai Anwar Abbas, mengimbau pihak kepolisian untuk secepatnya dapat menangkap para pelaku dan memproses serta menggiringnya ke meja hijau untuk diadili dan dihukum dengan seberat-beratnya dan seadil-adilnya.

Hal serupa disampaikan anggota Tim Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Kapitra Ampera.

“Hal ini amat menyedihkan dan sangat memprihatikan serta mencederai demokrasi dan rasa keadilan masyarakat,” ujar Kapitra, Ahad (9/7/2017).

Kapitra meminta para aparat penegak hukum tidak tinggal diam atas kasus yang menimpa saksi ahli telematika itu.

“Harus diusut tuntas. Kalau tidak, kekerasan menjadi budaya bagi segala bentuk perbedaan pandangan dan pengetahuan,” tegasnya.
-dilansir dari Arrahmah

Bagikan artikel ini :

1 COMMENT

Comments are closed.