Home Internasional Pemuda Muslim Seluruh Dunia Berkumpul Di Turki Bahas Masalah Palestina

Pemuda Muslim Seluruh Dunia Berkumpul Di Turki Bahas Masalah Palestina

746
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( ISTANBUL, TURKI ) – Pemuda muslim seluruh dunia berkumpul di Turki bahas masalah Palestina. Organisasi pemuda dan serikat mahasiswa dari 30 negara berkumpul di kota Istanbul, Turki, pada hari Sabtu kemarin (8/7/2017) untuk mengikuti konferensi bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina.

Acara dua hari, yang membahas perkembangan terakhir di wilayah Palestina, diselenggarakan oleh Asosiasi Pemuda Anadolu yang berbasis di Turki dan Koalisi Internasional untuk Serikat Pekerja Muda dan Mahasiswa untuk Mendukung Palestina.

“Kami menyelenggarakan konferensi ini untuk tahun kedua berturut-turut dengan agenda membahas masalah Palestina, Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds (Yerusalem),” kata Salih Turan, kepala Asosiasi Pemuda Anadolu, dalam pidato pembukaannya.

Dia mengatakan bahwa konferensi tersebut bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina dalam membela Masjid Al-Aqsha dan tanah mereka.

“Kami mewakili semua pemuda Muslim dari seluruh dunia yang memiliki perasaan yang sama dengan Palestina,” katanya.

Ihab Nafi, ketua Koalisi Internasional untuk Serikat Pekerja Muda dan Mahasiswa untuk Mendukung Palestina, mengatakan bahwa konferensi tersebut bertujuan untuk menjaga agar Palestina tetap hidup di hati orang-orang di dunia Muslim.

“Kami menyelenggarakan konferensi semacam ini untuk mengirim pesan ke seluruh dunia bahwa masalah Palestina tidak dapat dihapus dari agenda harian kami,” ujar Nafi kepada Anadolu Agency.

“Masyarakat Arab dan Muslim tidak akan melepaskan hak mereka di Palestina,” tegasnya.

Nafi mengatakan bahwa penyelenggara telah memilih Turki untuk menjadi tuan rumah konferensi tersebut karena pembelaan Turki atas masalah Palestina.

“Kami mengirimkan salam khusus kepada pimpinan Turki dan orang-orang yang mempertahankan dukungan mereka untuk kepentingan Palestina di era sejarah kami yang sensitif ini,” tandasnya.[fq]

Bagikan artikel ini :