Home Nasional Ketum MUI : Pemberlakuan Permendikbud tentang 5 Hari Sekolah Ditunda

Ketum MUI : Pemberlakuan Permendikbud tentang 5 Hari Sekolah Ditunda

364
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Bogor ) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat kaget, tiba-tiba tersiar kabar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Bukan hanya itu, Permendikbud itu juga akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini. Ketum MUI : Pemberlakuan Permendikbud tentang 5 Hari Sekolah Ditunda

Padahal, kata Kyai Ma’ruf, dirinya sudah menemui Presiden Jokowi untuk menyampaikan penolakan atas Permendikbud tersebut dan disepakati akan diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai bentuk penataan ulang atas Permendikbud tersebut.

“Permen itu ditolak oleh ormas-ormas Islam, terutama NU. Atas dasar itu saya bertemu Presiden. Disepakati ada regulasi baru yakni Perpres. Kok sekarang ada sosialisasi Permen,” ungkap Kyai Ma’ruf dalam konferensi pers di Bogor, Jumat sore (07/07/2017).

Kyai Ma’ruf mengaku tidak mengerti ada apa sesungguhnya, sehingga peraturan yang sudah ditolak itu dipaksakan untuk disosialisasikan dan diberlakukan.

“Saya tidak mengerti. Ini sesuatu yang rancu, barang yang sudah ditolak ya jangan dipaksakan nanti bertabrakan dengan Perpres,” ungkap dia.

Secara khusus Kyai Ma’ruf tetap meminta supaya Mendikbud tidak memaksakan sosialisasi Permendikbut tersebut. Sebab kalau dipaksakan justru akan menimbulkan konflik. “Untuk apa melahirkan kebijakan yang menimbulkan konflik?” tanyanya.

Terkait polemik pemberlakuan sekolah lima hari secara nasional ini, Kyai Ma’ruf mengaku telah mengusulkan penerbitan Kepres dengan judul Penguatan Pendidikan Karakter. Kepres tersebut disusun dengan melibatkan Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri serta ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dan MUI. [SuaraIslam]

rep: shodiq ramadhan

Bagikan artikel ini :