Home Internasional Singgung Pertemuan Jokowi-Trump, Menlu AS Telepon Menteri Retno

Singgung Pertemuan Jokowi-Trump, Menlu AS Telepon Menteri Retno

488
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Pada Selasa 20 Juni 2017, tepatnya pukul 20.17, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menelepon Menteri Luar NegeriRI Retno Marsudi. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menlu Retno dalam konferensi pers di Jakarta.

“Kemarin, tepatnya pukul 20.17 WIB, Menteri Luar Negeri AS menelepon saya. Kami memang sudah janjian dalam beberapa hari terakhir ini untuk melakukan komunikasi via telepon,” jelas Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers pasca-menyambut kunjungan kenegaraan Menlu Maladewa di Jakarta, seperti dilansir dari Liputan6.com, Rabu (21/6/2017).

Menurut Menlu Retno, ada tiga isu yang dibahas dalam sambungan telepon tersebut, yakni krisis Teluk dan Timur Tengah, persiapan pertemuan multilateral G20, serta isu terorisme, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Terkait pembahasan krisis Teluk, kedua Menlu menyampaikan kontribusi masing-masing untuk meredakan tensi serta mengupayakan dialog antara Arab Saudi Cs dengan Qatar.

“Terkait isu Qatar, saya sampaikan kembali posisi Indonesia. Kami juga meminta kepada AS untuk memberikan kontribusi agar situasi tidak memburuk dan supaya dialog dapat dilakukan. Dan pada sambungan telepon itu, Rex Tillerson mengatakan bahwa AS berkomitmen untuk memberikan kontribusinya, dan sampai saat ini masih berkomunikasi dengan berbagai pihak agar dialog dapat dilakukan,” ujar Menlu Retno Marsudi yang menjelaskan inti pembicaraan telepon dengan Rex Tillerson.

Sambungan telepon itu juga membahas soal G20 Summit yang rencananya akan dilaksanakan pada 7 – 8 Juli 2017 nanti. Indonesia dan AS –merupakan anggota G20– akan hadir dalam forum multilateral rutin yang membahas isu sektor pemerintahan dan perbankan tersebut.

“Saya juga bicara mengenai persiapan G20, terutama adanya rencana pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di sela-sela pertemuan G20,” tambah perempuan alumni Universitas Gadjah Mada itu.

Isu lain yang dibahas adalah mengenai potensi kerjasama antara Indonesia dengan Amerika Serikat dalam penanganan ancaman terorisme.

Terlebih lagi, Presiden Trump memuji pidato yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam-Amerika di King Abdulaziz Convention Center, Riyadh pada 21 Mei 2017. Dalam forum yang mengangkat isu terorisme sebagai agenda pembahasan utama itu, Presiden RI menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme.

Momentum itu, menurut Retno, dapat dimanfaatkan untuk rencana kerjasama Indonesia – AS dalam isu terorisme.

“Menlu AS mengatakan bahwa saat pertemuan KTT di Riyadh, pidato presiden Joko Widodo menimbulkan kesan impresif bagi Presiden Trump, dan ingin menindaklanjuti isi pidato tersebut dengan kemungkinan-kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan dalam konteks countering terrorism,” ujar perempuan berusia 54 tahun itu.

Selain itu, Rex Tillerson turut membahas soal situasi di Marawi, serta peran signifikan Indonesia dalam isu terorisme di kawasan. Menlu AS itu juga mengapresiasi pertemuan trilateral Indonesia-Malaysia-Filipina 22 Juni 2017 nanti yang akan membahas penanganan terorisme di kawasan tiga negara.

“Menlu AS mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dengan menginisiasi pertemuan trilateral Indonesia-Malaysia-Filipina yang akan dilaksanakan esok. Dan menteri luar negeri AS mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan wujud dari kepemimpinan Indonesia di kawasan,” jelas Menlu Retno. (GUN)

Foto : Internet

Bagikan artikel ini :