Home Haji dan Umrah Ini Daftar Nama Biro Travel Umroh Bermasalah Menurut YLKI

Ini Daftar Nama Biro Travel Umroh Bermasalah Menurut YLKI

7169
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Maraknya pengaduan para calon jamaah umroh yang diterima oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membuat YLKI menghimbau masyarakat yang ingin umroh agar tidak mendaftar pada biro umroh “bermasalah”.

Pada rilis yang diterima globalnews.co.id, Sabtu (10/06/2017), ada enam biro umroh yang dianggap “bermasalah”. Berikut nama biro travel tersebut beserta jumlah pengaduan yang diterima YLKI terkait belum/gagalnya pemberangkatan calon jamaah umroh:
1. First Travel sebanyak 3.825 pengaduan;
2. Hannien Tour sebanyak 1.821 pengaduan;
3. Kafilah Rindu Ka’bah sebanyak 954 pengaduan;
4. Komunitas Jalan Lurus sebanyak 122 pengaduan;
5. Basmalah Tour and Travel sebanyak 33 pengaduan
6. zabran dan Mila Tour sebanyak  24 pengaduan

Total pengaduan di atas sebanyak 6.778 pengaduan per 06 Juni 2017
Masyarakat diminta jangan tergiur dengan biaya umroh yang murah. “Masyarakat jangan tergiur oleh iming-iming tarif murah/tarif promo dari biro umrah. Sebab biro umrah diduga tengah mengeruk dana masyarakat, dan dana itulah yang akan digunakan untuk memberangkatkan ribuan calon jamaah yang masih mangkrak. Biro umrah menggunakan sistem “gali lubang tutup lubang” untuk memberangkatkan jamaahnya (“sistem ponzi”). Masyarakat yang sekarang mendaftar berisiko mengalami nasib serupa (gagal berangkat) di kemudian hari”, ujar Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI dalam keterangan tertulisnya (10/06/2017).

Ia juga menambahkan seharusnya, jika biro umrah memang mempunyai itikad baik, maka promosi besar-besaran untuk menggaet calon jamaah baru dihentikan lebih dahulu, sampai calon jamaah yang masih mangkrak diberangkatkan.   

“Dengan tingginya permasalahan tersebut, YLKI meminta masyarakat yang ingin umrah tidak mendaftar lebih dahulu kepada biro umrah “bermasalah”, dengan indikasi banyaknya pengaduan jamaah yang belum/gagal berangkat. Biro umrah semacam itu merugikan calon jamaah, baik kerugian materiil maupun imateriil,” lanjutnya. (Red)
Foto: internet

  

 

Bagikan artikel ini :