Home Nasional Ferry Juliantono: Fenomena ‘Kotak Pandora’ Politik Identitas Indonesia Akan Membelah Masyarakat, Pasca...

Ferry Juliantono: Fenomena ‘Kotak Pandora’ Politik Identitas Indonesia Akan Membelah Masyarakat, Pasca Pilkada DKI

847
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Wakil ketua umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyebutkan faktor politik Identitas menjadi sesuatu yang sudah terlanjur terbuka, berpengaruh meningkat dan berpengaruh terhadap pilkada politik, pilkada 2018 dan lain sebagainya.

Fenomena tersebut, menurutnya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh pilkada di DKI 2017 Jakarta, imbasnya ada akibatnya, hubungan positif dan nyata yang mana kemenangan nyata perubahan politik secara nasional dan perubahan politik Gerindra.

“Kemenangan Anies-Sandi dalam pilkada DKI Jakarta, dan kemenangan koalisi Partai Gerindra terhadap perubahan politik secara nasional maupun peningkatan suara partai Gerindra,” demikian ungkapnya saat berpandangan sewaktu diskusi  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), bertajuk,”Politik Nasional Pasca Pilkada DKI Jakarta,” yang diadakan di jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat. Jakarta, pada kamis (8/6/2017).

Saat diskusi SMRC itu, nampak hadir selaku narasumber, yakni Jayadi Hanan (SMRC), Yorrys Raweyai (Ketua DPP Golkar), Ferry Juliantono (Wakil Ketua Umum Gerindra), Maruarar Sirait (Anggota DPR RI Fraksi PDI-P), dengan moderator Sirojudin Abbas.

Lebih lanjut, Ferry Juliantono bahkan menyampaikan indikasinya kini malah elektabilitas dan popularitas Pak Joko Widodo sebenarnya menurun, dimana Pilkada DKI, selain itu sebenarnya membuka sesuatu yang selama ini tertutup.

“Pilkada DKI justru membuka peluang terbuka ‘kotak pandora’ politik identitas Indonesia, baik atas nama agama, suku, ras, golongan menjadi fenomena baru, yang akan membelah masyarakat,” paparnya.

Soalnya, menurut Ferry bahwa masyarakat terkooptasi baik atas kepentingan agama, ras, dan golongan. “Terlanjur terbuka, dan itu berpengaruh terhadap pilkada DKI Jakarta, 2018 dan akan berefek secara nasional.”

Di samping itu, Wakil Ketua Umum Gerindra menilai bila secara jujur, memperhatikan kasus pilkada DKI, sebenarnya bagi Ferry nampak terlalu di’katrol’, dinaikan status orang itu, akhirnya yang bersangkutan membuat ambruk dengan sendirinya.

“Saudara BTP, diangkat seolah-olah beliau seolah tidak bersalah, namun fakta, realitasnya masyarakat memberikan penilaian tidak sama dan sesuai dengan lembaga politik dan survey, parpol dan lain sebagainya. Ternyata jatuh,” pungkasnya. (Nic)

Bagikan artikel ini :