Home Daerah IPW: Direksus Polri Harus Usut Tuntas Menghilangnya Selang dan Alat Pengisi Premium...

IPW: Direksus Polri Harus Usut Tuntas Menghilangnya Selang dan Alat Pengisi Premium di POM

679
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Kasus “menghilangnya” sejumlah selang dan alat pengisi bahan bakar premium di sejumlah pompa bensin Pertamina, terutama di Jabodetabek, menurut Neta S Pane, selaku Ketua Presidium Indonesian Police Watch semestinya Direktorat Ekonomi Khusus (Direksus) Polri harus segera mengusut tuntas.

“Apakah hal ini merupakan permaian pengusaha pompa bensin atau ulah para spekulan untuk menimbun BBM (bahan bakar minyak),” ungkapnya mencermati.

Soalnya, apabila situasi ini dibiarkan menurutnya akan muncul keresahan dan masyarakat dirugikan.”Sebab, akibat ulah “menghilangkan” selang dan alat pengisi Premium terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin yang berulah,” jelasnya.

Sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan Indonesian Police Watch (IPW) hilangnya selang dan alat pengisi Premium itu dimulainya terjadi pada 1 Juni 2017.

“Selang dan alat pengisi Premium yang biasanya sebanyak 10 hingga 12 unit, kini mendadak tinggal tiga. Dua untuk mobil dan satu untuk pengisian Premium sepeda motor,” paparnya.

Kemudian, selang dan alat pengisi Premium dicopot dari mesin pompanya.”Akibatnya terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin,” jelasnya.

Maka itulah, kemuka Netta Pane seharusnya Direksus Polri harus mengusut kasus ini.”Bila perlu menangkap sejumlah pengusaha pompa bensin yang menjadi spekulan,” tukasnya.

 
“Agar bisa diketahui apakah hal ini permainan pengusaha pompa bensin untuk menimbun BBM agar terjadi kelangkahan Premium. Atau hal ini merupakan permainan spekulan agar terjadi kelangkahan Premium,” harapnya, soalnya diduga para spekulan bisa “mempermainkan” harga Premium, menjelang Lebaran.

IPW menilai “dihilangkannya” sekitar 70% selang dan alat pengisi Premium dari pompa bensin adalah modus baru dalam kejahatan ekonomi.”Direksus Polri, terutama Direksus Polda Metro Jaya harus segera bergerak mengusutnya,” papar Ketua Presidium Ind Police Watch.

“Sebab ulah ini umumnya terjadi dihampir semua pompa bensin di Jabodetabek. IPW mensinyalir, menjelang Lebaran banyak komoditas sengaja dipermainkan agar harganya di pasar melonjak tajam,” tandasnya.

“Maka itulah, akibatnya banyak konsumen yang dirugikan. Untuk itu YLKI perlu juga memantau manuver yang terjadi di pompa pompa bensin,” jelas Netta.

“Sehingga Polri tidak ragu untuk menindak tegas. Bila perlu melakukan terapi kejut (shock therapy) agar pengusaha pompa bensin atau siapa pun tidak memanfaat situasi dan berulah,” jelasnya.

“Akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat dan bisa melemahkan perekonomian nasional,” tutupnya menyampaikan. (Nic)

Bagikan artikel ini :