Home Hukum & Kriminal CBA: Trend Kebocoran Anggaran Jasa Marga Mengkhawatirkan 

CBA: Trend Kebocoran Anggaran Jasa Marga Mengkhawatirkan 

550
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Efisiensi anggaran Badan Usaha Milik Negara Jasa Marga berdasarkan hasil penelusuran Center Budget Of Analysis (CBA) kebocoran anggaran mengkhawatirkan, mengingat perusahaan plat merah itu kini gencar-gencarnya membangun proyek tol dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, malahan terjadi sebaliknya.

Jajang Nurjaman, selaku Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) menyampaikan,”Trend kebocoran anggaran Jasa Marga semakin mengkhawatirkan,” sampainya. Jakarta, minggu (4/6/2017).

Badan Usaha Milik Negara Jasa Marga di tahun 2017, melalui Departement Human Resources & General Affair akan menjalankan proyek Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan (SATPAM) untuk Cabang Jagorawi.

Perlu diketahui, nantinya satuan pengamanan itu ditempatkan di Kantor cabang dan ruas tol Jagorawi Jakarta Timur.

“Demi suksesnya proyek diatas, Jasa Marga siapkan anggaran sebesar Rp. 20,6 miliar lebih,” bebernya.

Namun, dalam proyek yang telah disepakati kedua belah pihak nominalnya mencapai sebesar hampir lebih kurang 20,4 miliar rupiah.”Nilai 20 miliar lebih itu boros. Selain itu, hanya menghamburkan uang perusahaan saja. Patut dicurigai ini !,” ungkap koordinator Investigasi CBA penuh nada curiga.

CBA (center for Budget Analysis) menilai proyek pengadaan jasa SATPAM yang dilakukan pihak Jasa Marga dan PT Kartika Cipta Indonesia sangat janggal.

Pasalnya, sambung Koordinator Investigasi CBA itu mengemukakan nilai proyek yang disepakati semisalnya saja yang mencapai angka Rp.20 miliar lebih. “Nilainya jauh lebih mahal dibandingkan tawaran PT Bhawata Nusa Surya Perdana yang hanya membutuhkan anggaran senilai Rp.18,2 miliar saja,” tukasnya.

“Temuan di atas menambah catatan buruk ‘trend kebocoran’ uang negara di perusahaan pelat merah dipimpin Desi Arryani,” ulasnya mencermati.

Selanjutnya, kemuka Jajang,”Akibatmya proyek pengadaan Jasa Satuan Pengamanan Jasa Marga untuk cabang Jagorawi ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp. 2.355.456.496,” tutupnya singkat menyampaikan. (Nic)

Bagikan artikel ini :