Home Ekonomi Demi Selamatkan Uang Negara, GALAK Minta Review Ulang Kasus Hadi Purnomo

Demi Selamatkan Uang Negara, GALAK Minta Review Ulang Kasus Hadi Purnomo

681
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Kasus dugaan korupsi Hadi Purnomo, mantan Ketua BPK yang telah ditetapkan Tersangka oleh KPK pada tahun 2014 kandas dan kalah di Pengadilan, atas dasar itulah Ketua Gerakkan Aliansi Laskar Anti Korupsi, Muslim Arbi merasa sangsi dan prihatin.

“Negara tidak boleh kalah oleh penjahat Kerah putih,” tandasnya.

Padahal, sambung Muslim Arbi, selaku Ketua GALAK mengemukakan bila meninjau hasil audit Kementrian Keuangan (Kemenkeu sewaktu itu, negara dirugikan nominalnya kisaran 5,7 triliun rupiah, ditambah peranan Hadi Purnomo saat itu sebagai Dirjen Pajak.

Di samping itu, menurut kabar tersiar, Kemuka Muslim Arbi konon Hadi
Purno turut berperan meloloskan keberatan pihak BCA. “Lalu hasil audit Kementrian Keuangan nyatakan kerugian Triliunan rupiah sebagaimana disebutkan di atas,” ungkapnya.

“Akan tetapi Hadi Purnomo (HP), lolos hingga saat ini,” timpalnya.

Adapun patut digarisbawahi, menurutnya peran pengadilan dari PN sampai MA meloloskan HP sehingga penetapan tersangka oleh KPK pun ‘mandul’

“Belum lama ini MA meliris putusan nya yang mementahkan PT dan PN soal gugatan HP atas audit keuangan yang jadi dasar penetapan Tersangka oleh KPK,” katanya.

“Padahal di PN dan PT Hadi Purnomo kalah,” jelasnya.

Dalam hal ini, sambung Muslim Arbi menilai dimungkinkan karena dalam 2 (dua) tingkatan pengadilan itu memutuskan audit kementrian keuangan itu benar.

“Namun MA menggugurkan kedua putusan itu, hingga status HP sampai
sekarang menjadi ‘kebal Hukum’,” jelasnya, seraya menambahkan meski audit Kementrian Keuangan itu membuktikan dalam ‘keberatan pajak’ BCA terdapat kerugian triliunan

“Alasan MA gugurkan putusan PN dan PT hasil Audit Kemenkeu itu adalah kemenkeu tidak berwenang lakukan audit soal keberatan Pajak BCA itu,” bebernya.

Atas dasar alasan itulah, kemuka Muslim Arbi merasa aneh, karena
menurutnya persoalan audit tentangan Perpajakan adalah di antara kewenangan Kementrian keuangan, itu yang menjadi pertanyaan besar dalam benaknya.

“Mengingat kerugian Negara sangat besar dan ada upaya menggugurkan
hasil audit kementrian keuangan, maka kerugian itu bisa di audit
kembali dan diusut tuntas oleh KPK,” paparnya.

“Ini merupakan salah satu upaya penyelamatan Keuangan Negara dari
sektor pajak itu penting,” jelasnya.

Kemudian, secara tidak langsung indikasinya, kemuka Ketua GaLAK itu
merasa indikasi ada upaya agar jangan sampai ada ‘opini publik’ yang
menilai, soalnya kasus ini terkait dengan nasib Bank Besar yakni BCA
sehingga perlu diredam dengan berbagai cara.

“Padahal, bila benar ada tunggakan pajak oleh BCA terhadap Negara harus diselesaikan. Jangan ada kesan ‘Bank Besar’ mengemplang pajak menggunakan celah-celah di Pengadilan,” tandasnya.

Oleh karena itulah, papar Muslim Arbi berharap dari pernyataan
singkatnya diatas dapat dijadikan rekomendasi  agar kasus Hadi Purnomo dapat di’Review Ulang’. “KPK dan BPK dapat bekerjasama untuk selamatkan uang Negara,” tutupnya singkat.(R*t/Nic)

Bagikan artikel ini :