Home Hukum & Kriminal CBA: Direksi Jasa Marga, Gaji Fantastis Kinerja Miris !

CBA: Direksi Jasa Marga, Gaji Fantastis Kinerja Miris !

640
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Harapan besar publik supaya mendapatkan pelayanan dalam berlalu lintas setiap hari yang memuaskan, ternyata tak kunjung terealisasi dikarenakan masalah kemacetan belum teratasi di tengah
jantung Ibukota DKI Jakarta, disinilah Koordinator Centre Budget Analisys (CBA), Jajang Nurjaman menilai kalau perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Marga yang dinahkodai Desi Arryani patut menjadi sorotan, demikian pernyataannya singkat. Jakarta, senin (22/5/2017).

“Harapan besar publik supaya mendapatkan pelayanan memuaskan tidak terpenuhi,” tukasnya.

Sebentar lagi bakalan mengadapi bulan puasa, namun lagi-lagi publik sepertinya mesti lebih bersabar lagi, minimal untuk sekedar masalah kemacetan di tol, semisalnya saja, Ungkap Jajang ketika menganggap saja kemacetan yang dirasakan tiap hari tersebut sebagai bekal melatih kesabaran bapak-ibu para pengguna jalan.

“Padahal dari perusahaan berplat merah itulah, baik buruknya kinerja perusahaan dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat banyak, oleh karena itu pantas saja jika

Dalam hal ini, menurut Koordinator Investigasi CBS mungkin saja karena saat ini memang Jasa Marga masih fokus menggenjot proyek jalan tol.”Namun, masih banyak permasalahan, bagaimana proyek yang sebagian besar dananya berasal dari pinjaman bank tersebut banyak potensi terjadinya kebocoran,” tukasnya.

Permasalahan di atas merupakan masalah lama (klasik) yang belum sanggup dipecahkan oleh jajaran pejabat Jasa Marga. “Seolah mereka kerja setengah hati, alakadarnya seperti tidak digaji saja,” paparnya.

Padahal, faktanya para pejabat Jasa Marga tersebut mendapatkan upah dan berbagai macam tunjangan yang sangat fantastis, berikut rinciannya, berdasarkan hasil audit investigasi CBA, yaitu :
Untuk 10 anggota direksi saja total gaji yang digelontorkan negara pada tahun 2016 mencapai Rp.22.598.722.479 masing-masing direksi termasuk Desi Arryani sebagai direktur utama selain mendapatkan gaji pokok juga mendapatkan tunjangan perumahan, THR, ditambah Tantiem (insentif kinerja).

Desi Arryani misalnya yang baru menjabat jadi Direktur utama sejak 29 Agustus 2016 perbulannya mendapat gaji pokok sebesar Rp. 130.000.000. ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp.110,000,000 hanya dalam waktu 4 bulan Direktur Utama Jasa marga sudah mengantongi uang sebesar Rp.630.000.000. angka tersebut belum ditambah tantiem(insentif kinerja).

Sedangkan untuk anggota direksi masing-masing mendapatkan gaji pokok sebesar Rp. 117.000.000 perbulan, ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp.27.500.000 perbulan, serta THR Rp. 117,000,000 ditambah insentif kinerja di tahun 2016 yang mencapai Rp.1.975.957.380. Masing-masing anggota direksi dalam satu tahun mendapatkan total gaji sebesar Rp.3.826.957.380.

“Melihat fakta di atas, sepertinya kata sabar sudah tidak relevan lagi menyikapi kinerja Jasa Marga yang lamban. Dengan gaji selangit harusnya diimbangi dengan kinerja yang berkualitas,” jelasnya.

“Bukan malah sebaliknya ?” paparnya penuh tanda tanya.

“Mungkin hal ini juga yang mendorong Menteri Rini Sumarno kepikiran untuk menjadikan Warga Negara Asing memimpin beberapa BUMN, karena kebanyakan Dirut yang diangkatnya mengecewakan seperti di Jasa Marga,” pungkasnya. (nic)

foto: internet

Bagikan artikel ini :