Home Eropa & Amerika Turki – AS Tingkatkan Kerjasama Militer dan Perdagangan

Turki – AS Tingkatkan Kerjasama Militer dan Perdagangan

602
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.coid (Washington) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (16/5/2017) menekankan akan terus kerjasama militer dengan AS selama pertemuan pertamanya dengan Presiden Donald Trump di Oval Office.

“Kami berkomitmen untuk memerangi semua jenis terorisme, tanpa diskriminasi apapun, yang menimbulkan ancaman yang jelas dan nyata terhadap masa depan kita,” kata Erdogan, lansir Anadolu Agency.

“Tidak ada tempat bagi organisasi teroris di masa depan wilayah kita,” kata presiden.

Melibatkan PYD dan YPG sebagai mitra, “tidak peduli negara mana yang melakukannya, tentu tidak sesuai dengan kesepakatan global yang telah dicapai” mengenai terorisme, menurut pemimpin Turki tersebut.

Ankara memandang PYD dan sayap bersenjata YPG sebagai cabang Suriah dari organisasi teroris PKK. Pentagon mengatakan pekan lalu bahwa AS akan mulai secara langsung mempersenjatai YPG.

Erdogan juga menekankan upaya Turki melawan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang dituduh Ankara melakukan upaya kudeta yang terus berlanjut pada musim panas lalu. Pemerintah Turki sedang mengupayakan ekstradisi pemimpin FETO Fetullah Gulen dari AS.

“Saya telah dengan terus terang mengkomunikasikan harapan kami sehubungan dengan Organisasi Terorisme Fetullah yang telah kami beritahukan kepada teman-teman kami tentang keterlibatan mereka dalam kudeta yang gagal pada 15 Juli di Turki,” kata Erdogan.

Selama konferensi pers, Trump menyuarakan dukungan untuk Ankara dalam melawan IS dan PKK, dengan mengatakan bahwa AS akan berupaya memastikan bahwa kelompok-kelompok teror lainnya “tidak memiliki kuartal yang aman.

Di antara isu yang akan dibahas adalah usaha bersama untuk “menghidupkan kembali hubungan dagang dan komersial kita”, kata Trump.

Pertemuan tersebut terjadi di tengah perselisihan yang kuat antara AS dan Turki mengenai dukungan Washington untuk YPG guna memerangi IS di Suriah utara, karena pandangan Turki mengenai PYD / YPG tidak sejalan dengan Washington.(red)

Sumber : jurnalislam

Bagikan artikel ini :