Home Bisnis Viva: Perang Dagang Internasional ‘Produk Sawit Indonesia Dideskriditkan’

Viva: Perang Dagang Internasional ‘Produk Sawit Indonesia Dideskriditkan’

1092
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang
membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan mengutarakan telah terjadi pendeskriditan terhadap sawit Indonesia dibandingkan dengan produk minyak (minyak bunga matahari atau sunflower oil -Red) dan solar bin.”Padahal kalah jauh dari sawit. Produk pangan Indonesia, baik itu sawit atau Crude Palm Oil yang sudah mendunia, namun yang terjadi saat ini ‘perang dagang’,” tukasnya saat memberikan pemaparan ekonomi pada sesi diskusi yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta pada selasa (16/5/2017).

Viva menjelaskan parlemen Eropa melakukan dan mendesak kepada dunia melalui WTO, supaya sawit Indonesia tidak boleh masuk ke Eropa, karena dianggap melanggar HAM dimana diperkebunan sawit mempekerjakan anak-anak, wilayah perkebunan sawit ada di lokasi lahan konservasi, selain itu santer aroma korupsi.

Padahal, bagi pria kelahiran tahun 1968 yang merupakan perwakilan rakyat dari Fraksi PAN tersebut menjelaskan sesuai dengan amanah
konstitusi, yaitu Undang-undang nomor 19 tahun 2013, dan UU nomor 17 tahun 2014, mengenai perlindungan terhadap petani.”Dimana petani, peternak, nelayan tidak boleh dibiarkan melawan dari intervensi pasar global. Persoalan air, energi, dan pangan itu patut diperhatikan,” tandasnya mengingatkan.

“Baik terkait investasi mesti diatasi. Dasar kebijakan hukum yang cukup. DPR dan Pemerintah mesti Integratif, selanjutnya sehubungan
dengan dunia luar, karena ini perang dagang, petani selaku produsen mesti dilindungi,” jelasnya.

Kemukanya lebih lanjut, bila petani merasa tidak produktif, maka beralih ke sektor buruh tani, begitu pula nelayan akan beralih.”Ini mesti dirubah mainsetnya bila ingin kembangkan agrobisnis, patut dipertimbangkan. Karena potensinya cukup besar,” jelasnya.

Apabila dibandingkan dengan minyak dan solar bin, kalah jauh kualitasnya dari sawit.”Disinilah, akhirnya mereka mendeskriditkan sawit Indonesia,” ungkapnya

“Peran produk Indonesia, yang pelakunya ‘petani’ perlu diproteksi
Pemerintah dalam menghadapi perang dagang Internasional. Bila tidak, maka tidak akan mampu bersaing,” pungkasnya. (Nic)

Bagikan artikel ini :