Home Hukum & Kriminal Proyek Tol Jasa Marga, Rawan Kebocoran

Proyek Tol Jasa Marga, Rawan Kebocoran

565
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Jasa Marga pada tahun 2016 melalui Departemen Human Resource and General Affair melaksanakan proyek pemeliharaan berkala pada tol Surabaya-Gempol, dimana proyek pemeliharaan berkala tol Surabaya-Gempol berlokasi di plasa tol Kota Satelit Jl. Majen Sungkono Surabaya yang mana dalam proyek tersebut Jasa Marga menyiapkan anggaran sebesar Rp.31,986,518,000.

Dalam proyek senilai puluhan miliar yang dijalankan oleh PT Aremix Planindo, telah disepakati kedua belah pihak terkait besaran proyek sebesar Rp.30,066,111,900. Namun berdasarkan hasil investigasi dari Center for Budget Analysis (CBA) menduga dalam Proyek pemeliharaan berkala tol Surabaya-Gempol yang dilaksanakan Jasa Marga tidak sesuai dengan prosedur dan hal itu bisa berdampak terhadap kerugian negara.

Jajang Nurjaman, selaku koordinator Investigasi CBA mengatakan bahwa nilai kontrak yang diajukan PT Aremix Planindo yang mencapai angka Rp. 30 miliar lebih tersebut sangat tidak wajar.”Bila bandingkan dengan tawaran dari perusahaan lain yang digugurkan pihak Jasa Marga, yakni PT. Tri Jaya Cipta Makmur senilai Rp. 28,071,422,500. Angka tersebut jelas lebih terjangkau dan murah,” ungkapnya berdasarkan keterangan singkatnya, Jakarta. Senin (15/5).

Lebih lanjut Jajang menjelaskan potensi kerugian dalam proyek tersebut. “Tidak tanggung-tangung, potensi kebocoran anggaran dalam proyek pemeliharaan berkala pada tol Surabaya-Gempol mencapai Rp. 3,915,095,500,” jelas Jajang Nurjaman.

Ia juga menyayangkan karena sebagian besar modal terkait proyek tersebut merupakan modal hutang, sehingga terjadi ketidakefisienan anggaran. “Mengingat sebagian besar modal Jasa Marga terkait proyek pembangunan tol didapatkan dari modal hutang yang mencapai 70%. Bukannya melakukan efisiensi anggaran, Jasa Marga malah menghambur-hamburkan dana,” tukasnya.

Jajang menambahkan bahwa hal tersebut hanya sebagian contoh kecil dari banyaknya proyek Jasa Marga. “Sebagai catatan, data di atas hanyalah contoh kecil dari puluhan proyek yang dilaksanakan Jasa Marga yang bernilai triliunan rupiah dan berpotensi mengalami kebocoran,” katanya.

Berdasarkan hal tersebut, Pertama, CBA akan mendorong DPR RI untuk menekan Kementerian BUMN supaya segera mengevaluasi jajaran Pejabat Jasa Marga.”Selanjutnya kepada KPK atau Kejaksaan agar membuka kasus ini dengan memanggil Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani beserta komisaris Jasa Marga,” tandasnya. (Nic)

Bagikan artikel ini :