Home Eropa & Amerika Shusha, Kota Islam yang Dibantai Habis-habisan

Shusha, Kota Islam yang Dibantai Habis-habisan

1482
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id-(Jakarta) — Dalam rangka memperingati Hari Pendudukan kota Susha yang terjadi sejak tahun 1992 silam, Kedutaan Besar Azerbaijan mengadakan diskusi dengan kalangan aktivis pemuda Islam, akademisi dan jurnalis, di Kantor Kedubes Azerbaijan, Jl. Karang Asem Tengah Blok C5 No. 20 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).

Ruslan Nasibov, Deputy Chief of Mission Embassy the Republic of Azerbaijan membuka sekaligus menjadi pembicara dalam diskusi ini. Ia menyampaikan bahwa masyarakat dan hukum dunia sudah sejak lama tidak memihak pada warga negaranya. Sejak tahun 1992, angkatan bersenjata Armenia merebut kota Susha dan membunuh ribuan warga sipil. Padahal, pihaknya sudah melakukan berbagai cara, salah satunya lobi pada Negara-negara besar dan juga pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Namun, semua upaya itu sampai saat ini mandeg, tidak ada kejelasan sama sekali. Bahkan, Armenia sendiri tidak menggubris tuntutan ini. Yang ada, mereka lebih memfokuskan upayanya dalam mengkonsolidasi konsekuensi dari pendudukan tersebut.

kerusakan yang terjadi di kota Shusha, Azerbaijan

Kota yang didominasi oleh warga Azerbaijan ini berada di daerah Nagorno-Karabakh di Azerbaijan. Tepat 25 tahun yang lalu (8 Mei 1992), angkatan bersenjata Armenia merebut Kota Shusha, mereka membunuh dan melumpuhkan ratusan warga sipil Azerbaijan yang tidak berdosa, mengusir seluruh penduduk kota, serta menghancurkan, membakar dan menjarah banyak monumen bersejarah dari kebudayaan Islam.

kerusakan yang terjadi di kota Shusha, Azerbaijan

Perebutan kota Shusha merupakan fase penting dalam pelaksanaan kebijakan militer Armenia mengenai pendudukan militer dan pembersihan etnis Azerbaijan. Hal ini mengakibatkan, sekitar 20% wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional (di wilayah Nagorno-Karabakh dan tujuh distrik yang berdekatan) telah diduduki dan hampir 750.000 warga Azerbaijan diusir. Ditambah dengan lebih dari 250.000 pengungsi Azerbaijan diusir dari Armenia, jumlah warga Azerbaijan yang secara paksa diusir dari tanah leluhur mereka mencapai lebih dari 1 juta orang.

Pendudukan dan pengusiran etnis Azerbaijan ini dikecam oleh masyarakat internasional, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, (Resolusi 822, 853, 874, dan 884) yang menuntut “Penarikan segera dan tanpa syarat seluruh pasukan Armenia dari semua wilayah yang diduduki” di Azerbaijan. Namun, dengan adanya dukungan militer dan ekonomi dari pihak luar, Armenia mengabaikan tuntutan tersebut dan memfokuskan upayanya dalam mengkonsolidasi konsekuensi dari pendudukan tersebut.

Bagunan yang rusak di Kota Susha, Azerbaijan

Pendudukan ilegal yang terus berlanjut di wilayah Shusha dan wilayah Azerbaijan lainnya, serta situasi memprihatinkan dari warga sipil Azerbaijan yang diusir dari daerah tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat internasional untuk secara efektif mendorong terciptanya keadilan, yang hanya dapat terjadi setelah pendudukan tersebut berakhir dan warga yang mengungsi diperbolehkan untuk kembali ke rumah mereka.

Demi masa depan bangsa Armenia sendiri, sekaranglah saatnya bagi pemimpin negara tersebut untuk menunjukkan kenegarawanannya dengan mengakhiri 25 tahun tindakan agresi yang berlangsung di negara tetangganya di Azerbaijan dan secara serius dan konstruktif melibatkan diri dalam perundingan perdamaian – hal tersebut merupakan tindakan yang dibutuhkan dan merupakan hak dari bangsa Armenia, Azerbaijan, dan juga seluruh warga di wilayah tersebut. (red)

Bagikan artikel ini :