Home Daerah Impor Dari China Berkurang, Bawang Putih Alami Kenaikan Hingga 50%

Impor Dari China Berkurang, Bawang Putih Alami Kenaikan Hingga 50%

902
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Menjelang bulan suci Ramadan, harga bawang putih di sejumlah pasar mengalami kenaikan yang cukup drastis. Kenaikan diperkirakan sudah mulai 2 pekan terakhir ini. Harga komoditas naik sekitar 50 % yaitu dari 40.000/kg menjadi 60.000/kg.

Seperti dilansir detik finance, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, mengungkapkan kenaikan harga bawang putih tersebut disebabkan kenaikan harga bawang putih di China. Sebagai informasi, kebutuhan bawang putih di Indonesia masih bergantung impor dari luar, terbanyak dari China yaitu sekitar 95%.

“Setelah kita lakukan kajian, informasi dari importir, kenaikan bawang putih terjadi karena kelangkaan bawang putih di China. Biasanya sudah panen, tapi karena cuaca baru panen di sekitar akhir Mei dan Juni,” jelas Prihasto, Minggu (7/5/2017).

Prihasto menambahkan bahwa bawang putih yang bededar saat ini merupakan stok lama. Di China sebagai pengimpor bawang ke Indonesia belum panen.

“Bawang putih yang ada saat ini itu yang dikeluarkan dari stok lama. Karena memang di China belum panen,” ungkap Prihasto.

Dia melnjutkan, Selain dari China, sebernarnya masih ada pasokan bawang putih impor lain yaitu dari India. Tetapi bawang putih dari india kurang laku di pasaran.

“Sebenarnya ada cukup banyak stok bawang putih dari India, saat bersamaan bawang putih dari China berkurang. Tapi di pasar kurang laku,” ujar Prihasto.(red/u*h)

Foto: instagram

Bagikan artikel ini :