Home Ekonomi Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Masih Tinggi

Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Masih Tinggi

946
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia masih terbilang tinggi. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menilai bahwa ketimpangan yang terjadi di Indonesia disebabkan pertumbuhan ekonomi yang berbeda.

Kepala Pokja Pemantauan TNP2K, Elan Satriawan menilai, Ekonomi di Indonesia memang tumbuh, baik yang kaya atau yang miskin. Keduanya sama-sama mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan ekonomi kelompok kaya lebih melesat daripada kelompok miskin.

“Indonesia masalah ketimpangannya melesat dengan sagat cepat, apa yang menjelaskan ketimpangan? misal dari 2002-2012 ada pola konsisten yaitu yang kaya tumbuh berlipat kali dari pada yang bawah. Tapi yang paling bawah juga tumbuh tapi kecil,” kata Elan pada Diskusi Menggali Keadilan Ekonomi dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Kantor Tempo, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Elan melanjutkan, penyebab utama ketimpangan adalah akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar yang masih sulit didapatkan kelas bawah, perbedaan produktivitas dan juga jenis pekerjaan.

Dari 28 juta, yang rentan atau berada di atas sedikit garis kemiskinan berjumlah 25 juta rumah tangga.

“Tidak perlu bicara krisis, bicara kenaikan harga karena kelangkaan barang, itu menggeser garis kemiskinan dan itu meningkatkan orang miskin, dan naiknya tidak linier, 20% itu bukan berarti naik 20% orang miskinnya, tetapi bisa 50%, bahkan lebih. Karena tadi, banyak orang yang enggak miskin hidupnya tidak jauh di garis kemiskinan,” ungkapnya.

Guna mengatasi hal tersebut, kata Elan, pemerintah telah merancang kebijakan ekonomi pemerataan, mulai dari reforma agraria, redistribusi aset, serta kemudahan akses pelayanan dan fasilitas bagi masyarakat bawah.

“Memperbaiki desain dan kualitas implementasi program pelindungan sosial,” tutupnya.(red)

sumber: detik.com
foto: internet

Bagikan artikel ini :