Home Hukum & Kriminal Dugaan Pencucian Uang pada Kasus e-KTP

Dugaan Pencucian Uang pada Kasus e-KTP

892
0
Foto Ilustrasi Tindakan Pencucian Uang
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – JPU KPK akan menghadirkan 7 (tujuh) saksi pada sidang e-KTP hari ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jakarta (04/05/2017).

Tujuh saksi tersebut adalah eks Dirut PT PNRI, Isnu Edhi Wijaya; eks Dirut PT Sucofindo, Arief Safari; eks Dirut PT Industri, Wahyudin Bagenda, Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agus Salam; eks Direksi PT LEN Industri, Darma Mapangara, seperti dilansir detik.com.

Dalam dokumen yang digunakan sebagai dakwaan, direksi PT LEN diduga korupsi sebesar 1 Miliar, seperti dilansir tempo.co.

Untuk mengamankan dana hasil korupsi, diduga PT LEN melakukan pencucian uang pada:
1. Perum PNRI sebesar 107,7 Miliar
2. PT Sandipala Artha Putra sebesar 145 Miliar
3. PT Mega Lestari Unggul
4. Perusahaan Induk PT Sandipala Artha Putra sebesar 148 Miliar
5. PT LEN Industri sebesar 20 Miliar
6. PT Sucofindo sebesar 8 Miliar
7. PT Quadra solution sebesar 127 Miliar

Sementara ini, dalam dugaan kasus korupsi e-KTP, KPK baru menetapkan tersangka: 1) eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendaagri, Irman Gusman 2) eks Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto. Saat ini, status Irman dan Sugiharto adalah sebagai terdakwa. (s*h)

Foto: Internet

Bagikan artikel ini :