Home Ekonomi Tarif Listrik Naik, Buruh Anggap Kado Pahit

Tarif Listrik Naik, Buruh Anggap Kado Pahit

637
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengkritisi kebijakan kenaikan tarif listrik golongan 900 VA per 1 Mei 2017 untuk rumah tangga mampu. Buruh menilai kenaikan tarif listrik adalah kado pahit mereka dan rakyat secara umum.

“Ini menjadi semacam kado pahit bagi buruh dan rakyat”, kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Buruh juga menilai naiknya tarif listrik tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat yang tidak ikut naik. Begitupun dengan daya beli buruh yang cenderung turun akibat adanya PP No 78 Tahun 2015.

“Apalagi pendapatan masyarakat tidak naik, bahkan daya beli buruh cenderung turun akibat adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015,” kata‎ Iqbal.

Iqbal juga mengeluhkan hak-hak rakyat yang semakin dipersempit, serta harga-harga kebutuhan yang terus melambung.

“Selain ruang demokrasi yang dipersempit karena buruh tidak boleh aksi Hari Buruh di Istana, harga-harga kebutuhan terus melambung tinggi. ” ucap dia.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah menurunkan tarif listrik kembali. Menurutnya, subsidi adalah hak rakyat.” Subsidi adalah hak rakyat”, kata Iqbal. (red/u*h)

Sumber: liputan6.com
Foto: internet

Bagikan artikel ini :