Home Nasional Seruan Menag Tidak Menekankan Pentingnya Keimanan

Seruan Menag Tidak Menekankan Pentingnya Keimanan

793
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Seruan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin terkait rambu-rambu ceramah di rumah ibadah yang disampaikan di kantor Kementerian Agama, jalan M.H. tahmrin no. 6 Jakarta, Jumát (28/04/2017) mendapatkan kritikan dari Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Muhammad Cholil Nafis di Jakarta, Senin (1/5/2017).

KH. Muhammad Cholil Nafis menyayangkan dalam seruan tersebut tidak menekankan pentingnya keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Namun sayang dalam sembilan seruan itu tidak menekankan pentingnya keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa”, ujar pak Kyai seperti yang dilansir republika.co.id.

Beliau juga meminta agar Kemenag tidak berhenti sebatas seruan saja karena menurut beliau, jika ceramah ditujukan untuk meningkatkan keimanan dan kesalehan, maka rumah ibadah akan berfungsi sebagai agen perubahan dan peradaban islam. “Selayaknya pemerintah tidak berhenti sampai seruan saja tetapi harusnya ada regulasi dan sanksi bagi yang tidak patuh pada peraturan berbangsa dan bernegara, ujar KH. Muhammad Cholil Nafis yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Pascasarjana Universitas Indonesia (UI).

Seruan yang ditandatangani Menag tertanggal 28 April 2017 tersebut ditujukan untuk penceramah agama, pengelola rumah ibadah, dan segenap masyarakat umat beragama di Indonesia guna menjaga persatuan dan meningkatkan produktivitas bangsa, merawat kerukunan umat beragama, dan memelihara kesucian tempat ibadah. (Zi*)

Foto: internet

Bagikan artikel ini :