Home Nasional Jokowi Tidak Hiraukan Aspirasi Buruh

Jokowi Tidak Hiraukan Aspirasi Buruh

381
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), massa buruh rela datang dari berbagai daerah menuju Istana Negara demi menyampaikan aspirasi (01/05/17).

Namun, di saat massa sedang melakukan longmarch, Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) justru malah asyik jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih ‘kunjungan negara’.

Para peserta longmarch sangat kecewa dengan tingkah Presiden yang sama sekali tidak menghiraukan aspirasi (buruh) pribumi Indonesia yang dengan rela mengorbankan tenaga, waktu, dan harta demi menyampaikan suatu aspirasi.

“Hari ini kita semua dibohongi. Presiden kita malah ke Hongkong. Ibarat lagu, sakitnya tuh disini”, ungkap salah seorang orator melalui pengeras suara.

Berdasarkan agenda kepresidenan, Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Filipina dan Hongkong sejak 28 April 2017 hingga 2 Mei 2017. Dalam kondisi ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan bahwa setiap memperingati May Day, penguasa Istana Negara memang tidak pernah berniat menemui buruh.

“Kita engga dapat konfirmasi, apakah istana mau menemui buruh atau enggak. Tapi, selama ini, kita melakukan lakukan May Day, emang engga pernah diterima”, ujar Said di Hotel Mega Jakarta (28/04/2017).

Meski tidak mendapatkan izin, massa buruh tetap bertekad untuk melakukan negosiasi agar bisa menyampaikan aspirasi di depan Istana Negara. Sebagian massa yang tertahan akhirnya memasang lagu dangdut dan berjoget bersama.

“Buruh tidak bisa dikalahkan. Kami akan terus ada disini. Kita goyang dulu”, teriak salah satu kata orator melanjutkan.

Aparat kepolisian keamanan memang memberikan jarak kepada massa buruh untuk menyampaikan aspirasi buruh di depan Istana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Argo Yuwono menyampaikan kepada massa buruh untuk tidak mendekati Istana Negara, dengan alasan sudah ada Standard Operating Procedure (SOP), seperti dilansir metrotvnews.com.

“Jadi sudah ada SOP yang mengamankan seperti ini”, ucap Argo di kawasan Patung Kuda, Jln. Medan Merdeka, Jakarta (01/05/2017).

Menurut Argo, pelarangan ini merupakan diskresi yang dimiliki pihak kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi. Massa buruh pun dialihkan ke Bundaran Patung Kuda, agar massa buruh tetap bisa menyuarakan aspirasi di Ibu Kota Negara. (red/snh)

Foto: Internet

Bagikan artikel ini :