Home Nasional May Day, Buruh Minta Sistem Magang Dihentikan

May Day, Buruh Minta Sistem Magang Dihentikan

696
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Hari buruh internasional atau may day adalah momentum untuk menyalurkan aspirasi buruh kepada pemerintah melalui berbagai cara, salah satunya aksi turun ke jalan. Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia menyatakan akan ada banyak aspirasi dan tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah.

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sirait mengatakan tuntutan yang disampaikan mulai dari sistem pengupahan, sistem pemagangan, status guru honorer, tenaga kerja asing, robotisasi hingga kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Mengenai sistem magang, Mirah menganggap melanggar UU, karena kebanyakan “pemagang” bekerja seperti halnya pegawai tetap, namun tidak mendapatkan gaji.

“Statusnya lagi kontrak 1-2 tahun, pemagangan itu 3-6 bulan, lalu mereka jam kerja seharusnya tidak sama dengan pegawai, kita minta pemagangan dihentikan. Sebetulnya itu outsourcing yang berbalut pemagang,” kata mirah saat dihubungi detik Finance, Jakarta, Senin (1/5/2017).

Mirah memastikan, aksi May Day kali ini akan diikuti oleh sekitar 200.000 ribu buruh dari Jobetabek yang akan di lakukan di depan istana negara Jakarta, sedangkan yang dari luar jabotabek akan menggelar aksi di daerah masing – masing.
“Untuk di Jakarta, titik kumpulnya di patung kuda indosat, kita akan adakan teatrikal sambil long march, kemudian orasi pimpinan. Kita akan lakukan long march dari pukul 07.00 – 17.00 WIB,” tutupnya. (red)

sumber: detik

Bagikan artikel ini :