Home Ekonomi Tutup Kongres Ekonomi Umat 2017, JK: Ketimpangan di Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Tutup Kongres Ekonomi Umat 2017, JK: Ketimpangan di Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

495
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Masalah ketimpangan antara si kaya dan si miskin harus diperhatikan secara serius agar dapat mengurangi jurang si kaya dan si miskin.Ketimpangan ekonomi yang selama ini terjadi di Indonesia sangat mengkhawatirkan.

“Tidak lah sudah menjadi kenyataan kita, bagaimana suatu negara terjadi apabila terjadi tidak keseimbangan akan jadi masalah besar. Keseimbangan kita tahu semua, bukan keseimbangan birokrasi, politik, ataupun masalah lainnya. Ketimpangan besar itu tentu sudah dibicarakan, ketimpangan di bidang pelaku-pelaku ekonomi,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) usai menutup acara Kongres Ekonomi Umat (KEU) 2017 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (24/4).

Ungkap JK, walaupun ekonomi RI terus tumbuh namun hal itu belum dirasakan oleh banyak pihak, terutama bagi masyarakat kelas bawah. Tentunya soal ini bisa memberikan dampak buruk bahkan perpecahan di dalam negeri, seperti yang pernah terjadi di negara lain.

Seperti yang terjadi di negara Arab menimbulkan Arab Spring. Apalagi diimbangi dengan suatu pemerintahan yang tidak adil, “di Arab maksud saya,” JK menjelaskan. Sambungnya soal itu bisa menimbulkan masalah kehancuran. Karena itu, kita harus berusaha semua pihak, seluruh bangsa, harus berbuat yang baik. Bagaimana ekonomi tumbuh dan kita nikmati bersama

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir secara rata-rata di atas 5%. Akan tetapi gini ratio tercatat mencapai 0,39, tapi masih pada level yang mengkhawatirkan meskipun
sudah lebih rendah dibandingkan dua tahun lalu yang sempat mencapai 0,41.

Menirut dia, banyak hal yang harus dilakukan, diantara negara-negara ketimpangan, Indonesia sangat berbahaya. Berbeda, kalau di Turki kalau yang kaya miskin tetap Islam. Di Thailand kaya miskin tetap Budha, di Fhilipina tetap Katolik semuanya. Di sini berbeda, karena itu bisa menimbulkan masalah, apabila kita biarkan.

Dia mengatakan pemerintah akan berbicara kepada semua pihak untuk dapat mengurangi masalah ketimpangan di Indonesia secara serius.Cara terbaik mengatasi masalah bukan dengan cara menurunkan yang berada di atas, namun dengan cara menaikan derajat yang berada di bawah.(Jafar)

Bagikan artikel ini :