Home Daerah Pemprov Jatim Kebut Tekan Angka Kemiskinan di Jatim

Pemprov Jatim Kebut Tekan Angka Kemiskinan di Jatim

771
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Surabaya) – Gubernur Jatim, Soekarwo berkomitmen mempercepat penanggulangan kemiskinan di Jatim. Caranya, dalam dua tahun ke depan, akan memperkuat sinergisitas dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menekan angka kemiskinan seoptimal mungkin.

Komitmen tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi tentang Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan di Jatim, di Ruang Kertanegara Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Jumat (21/4).

Menurutnya, pekerjaan rumah (PR) yang masih terus dilakukan penanganan optimal adalah tingginya angka kemiskinan, yaitu sebanyak 4.638.530 jiwa dari total sekitar 39 juta jiwa jumlah penduduk Jatim. Meski sebetulnya secara persentase angka kemiskinan sudah mengalami penurunan 0,20 poin, dari 12,05 persen pada Maret 2016 menjadi 11,85 persen pada September 2016.

“Dari segi nasional, tanggung jawab Jatim tinggal menurunkan kemiskinan lebih progresif lagi karena masih 11,85 persen. Namun angka tersebut masih di atas kemiskinan nasional 10,70 persen. “Nah target yang terus kita kejar hingga berada di bawah angka kemiskinan nasional,” kata Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim.
Untuk itu, ia menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Jatim untuk melakukan pemetaan secara rinci penyebab utama masih tingginya angka kemiskinan. Melalui pemetaan tersebut nantinya akan dianalisis lebih dalam terkait penyusunan program dengan melibatkan seluruh SKPD terkait. Tiga bidang yang menjadi sorotan adalah pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja.
Selain itu, Gubernur Soekarwo juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Jatim agar mengusulkan konsep melalui surat kepada Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi untuk membuat dana desa lebih spesific grand bukan block grand. Sehingga penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Terkait instruksi gubernur, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim, Agus Wahyudi mengaku segera melakukan kajian dan pemetaan menyeluruh terkait data kemiskinan. Diharapkan dengan adanya detail data by name by address akan memudahkan penanganan dan penanggulangan kemiskinan.

“Nantinya akan diketahui penyebab kemiskinan dan kebutuhan bantuan masing-masing keluarga. SKPD terkait juga sudah siap membantu, misalnya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Dan Tata Ruang Jawa Timur membantu pola sanitasi atau Dinas Kesehatan Jatim memastikan pemenuhan gizi dari keluarga miskin,”ungkapnya (setya)

Bagikan artikel ini :