Home Peristiwa Pencarian Korban Longsor Nganjuk Diperpanjang

Pencarian Korban Longsor Nganjuk Diperpanjang

365
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Surabaya) – Pencarian korban tanah longsor di Nganjuk tepatnya di Desa Kepel Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk diperpanjang selama tiga hari, yaitu sampai hari Rabu tanggal 19 April 2017. Perpanjangan tersebut berdasarkan hasil rapat evaluasi operasi tanggap darurat bencana pada hari Minggu tanggal 16 April 2017 pukul 19.35 WIB, yang diikuti perwakilan keluarga korban, tim SAR, dan Incident Comander (IC).

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Drs. Benny Sampirwanto, MSi, di Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Senin (17/04).

Benny mengatakan,perpanjangan pencarian korban itu dilakukan dengan pertimbangan adanya alat berat (excavator) yang baru difungsikan Minggu sore. Selain itu para relawan juga masih semangat untuk melakukan pencarian korban. “Standart SOP pencarian korban bencana hanya tujuh hari, namun bisa diperpanjang atas kesepakatan semua pihak,” terangnya.
Sementara itu, pada hari Minggu, tanggal 16 April 2017 operasi SAR (Search And Rescue) bencana longsor telah dimulai sejak pukul 07.00 dan diikuti oleh Tim SAR gabungan yang berjumlah 475 personil.

Operasi SAR dipimpin langsung oleh Dandim 0810 dibagi dalam 7 SRU (SAR Unit). Pembagian tugas tujuh SRU tersebut yakni SRU 1-5 mendampingi alat berat (excavator) dalam proses pencarian korban, SRU 6 membuka aliran air di ujung material, dan SRU 7 berfungsi sebagai safety officer memastikan evakuasi berjalan lancar.

Ia menambahkan, excavator yang diturunkan berjumlah 4 unit dan sudah bisa sampai ke lokasi operasi. Dengan adanya excavator itu proses pencarian korban diperkirakan lebih cepat, jika dibandingkan sebelumnya yang hanya menggunakan alat manual. “Namun untuk kegiatan pencarian korban pada hari Minggu tersebut, belum ditemukan korban,” imbuhnya.

Terkait peralatan yang digunakan dalam operasi SAR, lanjut Benny, terdiri dari alkon sejumlah 3 unit, dan chain shaw berjumlah 4 unit. Selain itu jumlah tangki air bersih yang diturunkan sebanyak 6 unit truck tangki. Air bersih tersebut digunakan untuk mensuplai air bersih di daerah krisis air Desa Kepel Kec. Ngetos dengan jumlah KK terdampak 450 KK.(setya)

Foto : Internet

Bagikan artikel ini :