Home Daerah Guru SD dari Suku Kei Tewas Dengan Luka Sayatan Ditubuhnya

Guru SD dari Suku Kei Tewas Dengan Luka Sayatan Ditubuhnya

652
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Mimika) – Aksi pembantaian terjadi pada hari Rabu (5/4/2017), sekitar pukul 08.00 WIT di jalan Irigasi Ujung Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Dimana korbannya tewas dengan luka sobek disekujur tubuhnya akibat terkena Sajam.

Korban bernama Thomas Talubun (32), Suku Kei, yang berprofesi sebagai Guru SD di Ilaga Kabupaten Puncak, warga jalan Irigasi Ujung meninggal dunia dengan luka potong pada wajah, leher belakang, pundak kiri, pundak kanan, bahkan sebagian tubuhnya mengalami banyak luka potong.

Diduga korban dibantai oleh warga Amungme.
Sebelumnya sekitar pukul 07.55 WIT, korban keluar dari rumah mengendarai motor Jupiter MX DS 2448 MP warna merah untuk menjemput istrinya di jalan Patimura. Dan pada pukul 08.00 WIT, beberapa orang yang berada di rumah korban mendengar teriakan keras korban dan saat warga keluar mencari sumber suara, warga melihat sekitar 3 orang (OAP) lari ke arah hutan namun warga tidak berani mengejar.
Lalu pada pukul 08.05 WIT, warga mencari korban dan salah satu warga bernama Gusti Fautngil mendengar rintihan korban dari dalam parit. Dimana korban ditemukan dalam parit sekitar 7 meter dari jalan timbunan dengan kondisi mengalami luka potong pada wajah, leher belakang, pundak kiri dan beberapa bagian tubuh mengalami luka potong dalam kondisi lemas. Kemudian warga menghubungi ketua kerukunan Kei Bombai (Fransiskus Yeuyanan) yang selanjutnya melaporkan kepihak Kepolisian.

Sekitar pukul 08.15 WIT, Kabag Ops Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia ttiba di TKP bersama beberapa anggota Polres mengamankan TKP disusul anggota Brimob Yon B dengan Rantis yang disusul Tim Identifikasi Polres Mimika yang langsung melakukan olah TKP.

Selanjutnya pada pukul 09.48 WIT, korban dinaikan ke mobil Jenazah selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Mimika dikawal aparat Kepolisian. Akibat kejadian pembunuhan tersebut, masyarakat suku Kei (khususnya Kei Bombai) melakukan siaga di seputaran jalan Pattimura dan sekitar 30 orang dipimpin Beni Faot (tetua suku Kei) melakukan ritual di Tugu Perdamaian Ujung jalan Pattimura-Yos Sudarso. (Sla)

Bagikan artikel ini :