Home Edukasi Dibalik “Sowan” DR Zakir Naik ke kantor MUI Pusat

Dibalik “Sowan” DR Zakir Naik ke kantor MUI Pusat

838
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta)
Kristolog serta Da’i Internasional asal India, Dr Zakir Naik pada jumat sore,31 Maret 2017 pukul 15.00 WIB tadi “sowan” (mengunjungi) kantor pusat MUI. Tiba di gedung MUI, Dr. Zakir yang mengenakan jas hitam langsung disambut hangat oleh beberapa pengurus MUI. Hingga akhir acara silaturhim dengan pihak MUI, Ketua MUI Ma’ruf Amin tak tampak hadir dalam pertemuan ini.

Kedatangan Ulama kharismatik asal India ini disambut oleh Wasekjen MUI, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin dan Ketua Bidang Luar Negeri MU, KH Muhyidin Junaidi beserta sejumlah tokoh Muslim lainnya.

Dalam konferensi persnya, Dr. Zakir Naik diantaranya membahas secara detail terhadap tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia secara singkat menegaskan bahwa pemerintah suatu negara yang mencekalnya tidak memiliki cukup alasan untuk mencegahnya melakukan dakwah Islamiyah

DR Zakir Naik mencontohkan pemerintah India yang tidak mampu mencegah dakwah Islamiyah-nya sampai kepada masyarakat, di mana mereka ingin mencari kebenaran dan bahkan menunjukkan kecintaan kepada dirinya, kata Zakir seperti disampaikan oleh penerjemah yang mendampinginya di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakpus, Jumat (31/3/2017).

Melalui sejumlah ceramah dan penjelasannya yang gamblang dalam sesi tanya jawab, ribuan orang Hindu India pun mengikrarkan syahadat dan masuk Islam. Akhirnya, pemerintah setempat menyebutnya dengan stigma radikal, ekstrimis, teroris, yang menurutnya hanyalah alasan yang diada-adakan saja.

Cara-cara kasar itu dilakukan, lanjutnya karena mereka tak pernah menang dalam debat ilmiah. Mereka sendiri tak mampu menjawab argumen ketika berhadapan dengan penjelasan logis dari dalil-dalil Al Qur’an maupun kitab suci agama lain yang dikutipnya dengan baik, sehingga yang bisa mereka lakukan adalah dengan cara seperti itu.

Karena tuduhan tersebut ceramah Ulama kondang yang terkenal dengan penguasaan kitab suci sejumlah agama ini sampai dilarang di negeri asalnya. Sejumlah negara lain di antaranya, Bangladesh, Kanada dan Inggris juga dikabarkan ikut melarang dengan tuduhan menyebarkan ajaran radikal.

(ans)

Bagikan artikel ini :