Home Edukasi Seminar “Peran Orang Tua Dalam Menghadapi Gaya Hidup Anak Generasi Millenial”

Seminar “Peran Orang Tua Dalam Menghadapi Gaya Hidup Anak Generasi Millenial”

1947
0
Bagikan artikel ini :

Kepedulian dan keprihatinan terhadap perkembangan anak di masa gempuran teknologi canggih membuat Komunitas Jam’iyah SMP Islam Al Azhar menyelenggarakan Seminar Edukasi Parenting pada 29 Maret 2017 di Aula Buya Hamka Masjid Agung Jakarta dengan menghadirkan narasumber dan tokoh nasional diantaranya Budi Raharjo seorang Financial Planner, Reni Murni seorang Life Coach dan Praktisi Parenting Bima Arya selaku Walikota Bogor, dan Teuku Wisnu seorang artis dan saat ini aktif sebagai Motivator Hijrah. 

Acara yang diikuti ratusan peserta tersebut diawali dengan presentasi pendidikan Financial Planner semakin semarak ketika memasuki materi Parenting yang dibawakan oleh Reni Murni yang juga Founder SMPS Life Changing Institute.

Reni membuka presentasi tersebut dengan tayangan video renungan bagi orangtua lalu mengajak peserta mengintrospeksi proses pendidikan dengan anak yang selama ini dijalankan.

Ada yang menertawakan dirinya sendiri, ada yang meneteskan air mata, dan ada yang menyesali “kebodohannya” selama ini dalam mendidik anak-anaknya.

Reni mengatakan saat ini orang tua sudah masih pada tahap “cemas tingkat tinggi” dengan keselamatan perkembangan mental anak-anaknya. “Teknologi milenial yang sedemikian canggih membuat siapapun termasuk anak-anak mampu mengakses informasi dunia “tanpa dinding pembatas” dalam hitungan detik hanya dengan melalui keterampilan dua jempol,” ujar Reni

Reni juga menambahkan kenapa anak lebih senang curhat pada temannya? jawabannya karena teman tidak menghakimi, tidak menyalahkan, tidak curiga. Selama orangtua tidak bisa memberi kenyamanan pada anaknya maka orangtua tidak akan pernah bisa mendekati anaknya. Anak akan menutup pintu dengan rapat, dan enggan berbagi dengan orangtuanya. “Tidak ada pilihan bagi orangtua kecuali bergegas merubah dirinya, siapkan waktu untuk mendekati anak-anaknya. Proyek membangun jiwa anak jauh lebih penting daripada membangun gedung megah”, lanjut Reni

Sesi ketiga di program talkshow Ketika salah seorang peserta ditengah acara mengajukan pertanyaan apa yang memotivasi Teuku Wisnu untuk hijrah, salah satu jawabannya adalah karena ia ingin bisa mendidik anak-anaknya dengan cara yang benar, ingin mebangun keluarga yang salih. Selama ini harta, popularitas yang dimiliki tidak memberinya kebahagiaan. Ada yang terasa kosong dalam dirinya. Hanya ketaqwaan yang bisa memberi ketenangan dan kebahagiaan.

Di sesi terakhir Selaku Walikota Bogor Bima Arya punya pendekatan yang berbeda tidak hanya bagi keluarga tapi juga bagi masyarakat Bogor. Bima menyatakan bahwa salah satu bentuk keperdulian terhadap pembangunan keluarga di Bogor adalah dengan dibangunnya Program Rumah Aman dan Nyaman.

Acara Seminar ini berlangung hingga masuk Ashar tiba dan sampai akhir acara peserta terus antusias mengikutinya sehingga Intan Erlita selaku ketua Jam’iyah dan penyelenggara tampak puas dan bersyukur. Kerja keras mereka untuk mewujudkan sebuah acara yang dapat memberi edukasi penting bagi para orangtua memperoleh apresiasi yang luar biasa dari para peserta bahkan para peserta meminta agar acara edukasi parenting seperti ini dapat segera diadakan lagi.

Bagikan artikel ini :