Home Daerah Bolehkan Memilih Pemimpin Non Muslim, PB NU Akan Panggil Ansor

Bolehkan Memilih Pemimpin Non Muslim, PB NU Akan Panggil Ansor

667
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Surabaya) – PB NU akan memanggil PP Ansor terkait keluarnya fatwa bathsul masail kyai muda adanya membolehkan memilih pemimpin non muslim.” Saya sudah mengusulkan kepada rais aam PBNU KH Makruf Amin untuk segera meminta klarifikasi dan mengundang PP GP Ansor. Namun rois aam saat itu masih umrah dan ketika baru datang ada acara Silatnas di Rembang beberapa hari lalu. Kami minta PP GP Ansor jangan dulu mensosialisasikan hasil Bahtsul Masail ke wilayah dan cabang sebelum menjelaskan ke PBNU. Karena umat nantinya tidak mendapat pencerahan tapi malah keruwetan. NU harus tetap dalam satu komando jika tidak itu akan menunjukkan kalau NU sudah lemah,” pinta Wakil rais aam PBNU, KH Miftahul Akhyar saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (19/3).
Mantan Rais Syuriah PW NU Jatim ini mengatakan memilih pemimpin non-muslim itu hukumnya Haram. Kecuali dalam kondiri darurat, seperti dalam bidang-bidang yang tidak bisa ditangani sendiri oleh orang Islam secara langsung, atau tidak langsung karena faktor kemampuan.

Bahkan kalaupun terjadi dalam keadaan darurat sehingga dengan terpaksa memilih seorang pemimpin non muslim, maka, disyaratkan berasal dari kalangan ahlu dzimmah dan harus ada mekanisme control yang efektif.

Dijelaskan oleh Miftahul Ahyar,saat dirinya menjadi rais syuriah PWNU Jatim, pernah menggelar Musker di Trawas Mojokerto dimana salah satu hasil keputusannya adalah NU berkewajiban menjaga akhlak syariah umat dan wajib arahkan umat dalam kancah perpolitikan. “Tentunya hal itu dilakukan melalui Amar Makruf Nahi Mungkar,” tandasnya. (Setya)
Foto: internet

Bagikan artikel ini :