Home Daerah HaKA Bekali Perempuan Aceh Paham Hukum Kejahatan Lingkungan Hidup

HaKA Bekali Perempuan Aceh Paham Hukum Kejahatan Lingkungan Hidup

528
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Bener Meriah) – Belasan perempuan Aceh dilatih menjadi paralegal agar mampu memahami masalah hukum terkait kejahatan lingkungan hidup. Pembekalan paralegal itu diinisiasi oleh Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HakA) di Rembele, Bener Meriah, Aceh, Kamis (16/3).

Sekretaris Yayasan HakA, Badrul Irfan mengatakan pelatihan paralegal diikuti 15 ibu rumah tangga yang tinggal disekitar kawasan hutan di Bener Meriah dan Aceh Tengah. “ adanya pelatihan paralegal ini masyarakat paham akan hukum terutama menyangkut lingkungan hidup,”kata Badrul IIrfan usai memberi pembekalan di Bener Meriah.

Setelah memahami hukum, lanjut Badrul Irfan, ibu-ibu rumah tangga diharapkan berpartisipasi aktif mmelaporkan kejahatan lingkungan hidup disekitar tempat tinggal mereka. Dengan demikian, masyarakat bisa melawan praktik-praktik ilegal terkait lingkungan hidup.

“Selama ini, masyarakat bersikap tidak peduli dengan kejahatan lingkungan karena mereka tidak paham dengan hukum. Setelah menjadi paralegal, diharapkan masyarakat berperan aktif mengawasi serta melaporkan ke aparat penegak hukum jika ada praktik melawan hukum,” harapnya

Khusus untuk kawasan hutan di Bener Meriah dan Dataran Tinggi Gayo, menurut Badrul Irfan, pelatihan menjadi paralegal ini penting karena di kawasan itu kerap terjadi pelanggaran yang merusak lingkungan setempat.

“Menjaga lingkungan ini penting untuk memastikan kelestarian ekosistemnya dari kepunahan dan kehancuran. Menjadi paralegal, masyarakat membentengi dan meproteksi ancaman kerusakan lingkungan, setidaknya di sekitar tempat tinggal mmerek,”ujar Badrul

Selain masalah hukum, para ibu rumah tangga tersebut juga diberi pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik, agar masyarakat memahami apa itu keterbukaan informasi publik. “Kami terus mendorong masyarakat untuk memahami keterbukaan informasi publik. Setelah mereka paham, mereka bisa melakukan uji akses terhadap informasi publik yang menyangkut isu-isu llingkungan,” pungkas Badrul Irfan (fs)

Bagikan artikel ini :