Home Pilkada Sandiaga Uno Dilaporkan Ke Bawaslu RI Terkait Kampanye Di Masjid

Sandiaga Uno Dilaporkan Ke Bawaslu RI Terkait Kampanye Di Masjid

611
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) pada kamis siang kemarin (16/3) pukul 14.00 WIB melaporkan pasangan calon 3 (Tiga) wakil Gubernur DKI Jakarta yang bernama Sandiaga Salahudin Uno (Sandi) ke Bawaslu DKI Jakarta karena melakukan kampanye di dalam masjid, yaitu pada Masjid Fatahilah, Pasar Tanah Abang, Blok B, Jakarta Pusat pada tanggal 9 Maret 2017.

Sebagaimana dikutip dari bukti berita online ;
http://www. tribunnews.com/metropolita n/201 7/03/1 O/bertandang-ke-tanah-abang-sandiaga-uno-perkenalkan-program-santripreneur

Dalam berita tersebut jelas bahwa Paslon 3 (tiga ) Sandiaga Salahudin Uno (Sandi) diduga telah melakukan kampaye di tempat lbadah (Mesjid) dimana hal tersebut dilarang sebagai mana terdapat dalam Pasal 69, butir (i) Dalam Kampanye dilarang : menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan’ UU Pilkada No. 10 Tahun 2016. Jika hal ini di langgar ada sangsi administrasi dan pidana yang akan menjerat pelakunya.

Dalam hal ini Paslon 3 (tiga) Sandiaga Solahudin Uno diduga melakukan Kampanye dalam bentuk sosialisasi program Santripreneur sebagai bagian program One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship (OK OCE). Program Santripreneur itu akan diwujudkan salah satunya dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan bantuan dana usaha senilai Rp 300 juta. Program yang tidak ada di dalam Visi dan Misi yang didaftarkan pasangan calon ke KPU DKI tersebut telah melanggar ketentuan kampanye yang diatur di dalam UU Pilkada No. 10 Tahun 2016, yakni :

Pasal 73 ayat (1) : “ Calon dan/atau tim Kampanye dilarang mejanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara pemilihan dan/atau pemilih”.Jika hal ini dilanggar ada sangsi administrasi dan pidana yang akan menjerat pelakunya.

Berdasarkan hal tersebut kami dari Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI), mendampingi masyarakat yang ingin agar aturan yang ada ditegakkan karena itu merupakan rambu-rambu dalam pilkada ini. Laporan hari ini juga sudah kita buat dan diterima oleh Bawaslu untuk nantinya ditindak lanjuti dalam proses pemilihan atau verifikasi, ujar Guntur Daso, S.H ( TIM Adovakasi Jakarta Bersih)

Untuk itu segala proses baik pelapor, saksi dan bukti-bukti sudah kita lengkapi semua. Kita tinggal menunggu laporan dari Bawaslu untuk nantinya pelapor sendiri diperiksa, ujar Guntur menambahkan.

TIJA berharap Bawaslu DKI Jakarta bertindak tegas sesuai peraturan agar memeriksa dan memutuskan Iaporan ini dengan jujur, transparan, dan berdampak positif terhadap pendidikan politik pada masyarakat Jakarta bila ternyata Sandiaga Salahudin Uno terbukti melakukan pelanggaran Undang-Undang PILKADA. (Rkf)

Bagikan artikel ini :