Home Daerah Perjuangkan Nasib Perawat, DPRD Jatim Dorong Perawat Diangkat PNS

Perjuangkan Nasib Perawat, DPRD Jatim Dorong Perawat Diangkat PNS

627
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Surabaya) – DPRD Jatim dorong pemerintah untuk mengangkat perawat di Jatim untuk diangkat sebagai PNS. Alasannya, peran perawat tersebut sangat penting sekali untuk meningkatkan pelayanan di pusat kesehatan masyarakat maupun di daerah-daerah terpencil di Jatim. 

”Hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Tentunya kalau diangkat PNS dengan tunjangan-tunjangannya sebagai PNS mereka akan tenang untuk bekerja. Terlebih jika ditempatkan di daerah terpencil. Nasib perawat harus diperhatikan,”jelas anggota Komisi E DPRD Jatim Benyamin Kristianto saat ditemui di Surabaya, Kamis (16/3).

 

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan meski demikian, tak semuanya perawat yang ada diangkat menjadi PNS. Melainkan harus dilakukan seleksi untuk menentukan kualitas dan kuantitas seorang perawat.”Ya buatlah seleksi seperti penerimaan CPNS pada umumnya. Tapi ini dikhususkan untuk perawat. Dengan adanya seleksi ini diharapkan para perawat ini bisa memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjalani profesinya sebagai perawat,”tegas pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

 

Sekedar diketahui melalui perwakilannya, puluhan perawat yang tergabung Persatuan Perawat Nasional Indonesia menggelar aksi di DPR RI. Dalam aksi tersebut perwakilan mereka ditemui oleh wakil ketua DPR RI Fadli Zon, Kamis (16/3). 
 Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Hanif Fadillah mengatakan kalau para perawat honorer meminta agar DPR mendorong pemerintah untuk segera mengangkat perawat-perawat honorer sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengingat sebagian besar perawat-perawat ini sudah mejadi honorer selama belasan bahkan ada yang sampai puluhan tahun.

 

“Kami ingin adanya perhatian dan keadilan, karena kami ini juga abdi negara,” ujarnya..Kebijakan tersebut, menurut Hanif akan berpengaruh pada piskologis para perawat honorer karena merasa didiskriminasi.(Setya)

 

Bagikan artikel ini :