Home Bisnis Lahan Tak Bersertifikat Penyebab Sulitnya Akses Pendanaan Disektor Perkebunan Sawit

Lahan Tak Bersertifikat Penyebab Sulitnya Akses Pendanaan Disektor Perkebunan Sawit

489
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Sebagai penyumbang devisa terbesar kedua setelah migas, industri kelapa sawit mendapat perhatian khusus pemerintah karena juga menjadi sandaran hidup pelaku usaha perkebunan sawit serta tenaga kerja di industri turunannya.

Dari data Kementerian Pertanian, dari total lahan sawit nasional seluas 11,9 juta hektare, sekitar 4,3 juta hektare produktivitasnya di bawah standar. Rata-rata produksinya saat ini baru mencapai 2-4 ton per hektare setiap tahunnya. Padahal potensinya bisa mencapai 10 ton per hektare.

Salah satu penyebabnya masih banyaknya lahan perkebunan kelapa sawit yang belum bersertifikat dinilai menjadi masalah utama dalam pembiayaan perkebunan. Masalah itu kemudian menyebabkan tingkat produktivitas lahan sawit di Indonesia menjadi tidak maksimal.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan persoalan sertifikat lahan saat ini tengah dibahas pemerintah. Dia memastikan masalah sertifikat lahan kelapa sawit akan menjadi perhatian khusus pemerintah.

“Dari kawasan luar hutan Indonesia, baru 45 persen yang bersertifikasi sejak Indonesia merdeka selama 71 tahun. Untuk itu, sertifikasi tanah harus digenjot dengan kerja sama pemerintah dan korporasi berbasis kemitraan,” kata Sofyan dalam sambutannya di acara Diskusi Kebijakan Akselerasi Pembiayaan dan Kepastian Hukum atas Lahan Pekebun Kelapa Sawit di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/3)

Selain itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, mengatakan hal ini disebabkan kurangnya akses pendanaan terutama perbankan bagi pekebun sawit, untuk meningkatkan kualitas lahannya. “Masih banyak lahan yang belum bersertifikat sehingga susah mendapatkan akses pendanaan,” kata Bambang.

Industri perkebunan kelapa sawit nasional memiliki potensi yang sangat besar. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tahun lalu, produksi CPO nasional mencapai 31,5 juta ton dan PKO sebesar 3 juta ton sehingga total keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia adalah 34,5 juta ton.(fs)

Bagikan artikel ini :