Home Bisnis Mogok Buruh PT Smelting Gresik  Akibat Perusahaan Ingkar Janji 

Mogok Buruh PT Smelting Gresik  Akibat Perusahaan Ingkar Janji 

1035
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id(jakarta) Sejumlah media memberitakan akibat mogok kerja buruh PT Smelting di Gresik, menyebabkan PT Freeport Indonesia tidak bisa mengolah konsentramya.

PT Smelting adalah perusahaan smelter dari Jepang dan satu-satunya yang mengolah hasil tambang dari PT Freeport di lndonesia.

PT. Smelting yang berdiri pada tahun 1996 dengan design awal mengolah 90 Ton/Jam honsenuat tembaga PT. Freeport, menghasilkan 200.000 Ton Tembaga per tahun. Dan 2016 Smelting Gresik mampu meningkatkan kapasitas produksinya menjadi Iebih dari 140 Ton/Jam konsennat tembaga untuk bisa menghasilkan 300.000 Ton Tembaga/tahun. Dan peningkatan produksi ini dicapai oleh pekerja yang sebagian besar saat ini di PHK secara sepihak oleh PT.Smelting

Permasaiahan berawal April 2016 adanya tindakan diskriminasi yakni menaikkan gaji pekerja sebesar 5% sedangkan managerial sebesar 170%,.Hal ini melanggar Perjanjian Bersama (PB) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke 7 .Kwmidian dilakukan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke 8 yang dimulai pada tanggal 28 November 2016 sampai dengan 6 Januari 2017 justru draft PKB yang diusulkan oleh pengusaha isinya pengurangan kesejahteraan dan peraturan yang merugikan pekerja.

”Hal ini tentunya menimbulkan kekecewaan bagi kami sebagai pekerja Indonesia terhadap Management PT. Smelting yang di pimpin oleh Mr. Tetsuro Sakai dan Mr. Hideki Hirokawa,” ujar Ketua PUK SPL FSPMI PT Smelting, Zainal Arifin, pada konfetensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Selasa (7/3).

Sambungnya, sampai dengan berakhimya perundingan PKB-8 pada tanggal 6 Januari 2017. Pengusaha dan Serikat Pekerja belum mencapai kesepakatan dan berakhir deadlock. Akhlmya, Serikat Pekerja yang diwakili oleh PUK SPL FSPMI PT. Smelting melayangkan surat pemberitahuan hak mogok kerja kepada pengusaha 9 Januari 2017, dengan harapan menggugah kesadaran management PT. Smelting untuk tidak mengurangi kesejahteraan dan tidak berlaku diskriminatif terhadap pekerjanya.

Mogok kerja pun terjadi dan dimulai pada tanggal 19 Januari 2017, pekerja yang akan melaksanakan mogok kerja di Iingkungan perusahaan dihalang-halangi oleh management PT. Smelting dan melarangan masuk ke lingkungan perusahaan dengan dijaga polisi di depan perusahaan.

Untuk menghindari konflik antara pekerja yang melakukan mogok kerja dengan aparat kepolisian, Pengurus dan anggota PUK SPL FSPMl PT. Smelting memutuskan melaksanakan mogok kerja di luar Iingkungan perusahaan.

“Selama mogok kerja berlangsung Management PT. Smelting yang melakukan intimidasi tidak hanya kepada pekerja namun juga kepada keluarga pekerja,”sebutnya, didampingi Ketua KSPI Said Iqbal.

Terkait persoalan itu, Zainal berharap managemen berkomitmen kepada PB dan PKB dan tidak mengintimidasi dan diskriminatif.

“Managemen harus komit apa yang sudah ditandatangani dan disepakti bersama,”pintanya.(jafar)

Bagikan artikel ini :