Home Hukum & Kriminal Gubernur Aceh Terpilih Irwandi Tak Tergoyahkan MK Tolak Semua Permohonan, Kecuali Pilkada...

Gubernur Aceh Terpilih Irwandi Tak Tergoyahkan MK Tolak Semua Permohonan, Kecuali Pilkada Gayo Lues

12495
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Peneliti Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Adam Mulya B mengatakan dari 49 daerah mengajukan permohonan sengketa pilkada diperkirakan hanyak tujuh daerah pemilihan Bupati/Wali Kota atau Gubernur yang memenuhi persyaratan ambang batas selisih perolehan suara, yakni berkisar 0,5 persen hingga 2 persen dari total suara sah agar bisa disengketakan.

“Hanya tujuh sengketa yang penuhi ambang batas waktu dan suara,” ujar Adam dalam diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis lalu (2/3).

Melihat selisih suara antara Paslon Gubernur Aceh Muzakir Manaf-TA Khalid dengan Irwandi-Nova lima persen lebih, diperkirakan pengajuan permohonan sengketa Pilkada Aceh oleh Muzakir Manaf-TA Khalid bakalan di tolak.Sebagaimana ditegaskan MK hanya akan menangani sengketa hasil perhitungan suara pilkada serentak 2017

“MK akan konsisten dengan putusannya. Kalau sengketa karena pencalonan, bukan perselisihan hasil, itu bukan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Perkara itu seharusnya sudah diselesaikan di tingkat yang berwenang untuk mengatasi masalah itu,” tegas Ketua MK Prof Dr Arief Hidayat dalam jumpa pers di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin kemarin.

Selain syarat di atas, MK juga menegaskan tidak sembarang selisih hasil suara bisa digugat ke MK. Ada syarat lain yaitu selisih tidak boleh lebih dari 2 persen.

“Ada syarat signifikan mulai dari presentase setengah persen sampai dua persen. Kalau tidak memenuhi syarat ini percuma kalau mau adukan ke MK. Kalau mau sengketa di sini tolong pelajari putusan kita waktu menangani Pilkada tahun 2015,” jelas Arief.
Sementara Pilkada Kabupaten Gayo Lues, selisih perolehan suara pasangan calon Abdul Rasad-Rajab Marwan dari pasangan calon Muhammad Amru-Said Sani, sebesar 1,43 persen. Dan diperkirakan akan lolos pada proses sidang panel.

Sebagaimana permohonan uji materi yang masuk ke MK, diantaranya 9 kabupaten/kota Pilkada Aceh; Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Aceh Singkil, Kota Langsa, Aceh Barat, Bireun, dan Gubernur Aceh.

Berikut tahapan sengketa pilkada di MK, yang dijelaskan Ketua MK Arief Hidayat:
22 Februari- 28 Februari: Pengajuan pendaftaran
13 Maret: MK meregistrasi seluruh permohonan yang telah diterima
16 Maret sampai 22 Maret: Sidang perdana
20 Maret sampai 24 Maret: Pemeriksaan persidangan
27 Maret sampai 29 Maret: MK gelar rapat permusyawaratan hakim
30 Maret sampai 5 April: Sidang pleno pengucapan putusan dismisal
6 April sampai 2 Mei: Sidang untuk perkara yang sesuai persayaratan
3 Mei sampai 9 Mei: Rapat Permusyawaratan Hakim
10 Mei sampai 19 Mei: Pembacaan putusan (fs)

Foto :Pikiran Merdeka

Bagikan artikel ini :