Home Hukum & Kriminal Diduga Menipu 1 Milyar, Oknum Anggota DPR RI Dilapor ke Mabes Polri

Diduga Menipu 1 Milyar, Oknum Anggota DPR RI Dilapor ke Mabes Polri

1026
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id-, Dugaan penipuan yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Fraksi PDIP Marinus Gea senilai Rp. 1 Milyar lebih terhadap IRT Roslina Hulu, oleh kuasa hukumnya dilaporkan ke Mabes Polri pada hari Selasa (28/2/2017).
Kuasa hukum ibu Roslina Hulu dari Law Firm WFA & Associates melaporkan dugaan penipuan (Pasal 378 KUHP) di Bareskrim Mabes Polri yang dilakukan Marinus Gea selaku anggota DPR RI dari Fraksi PDIP juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) dan Ketua DPD Banten Taruna Merah Putih (orgaisasi sayap PDIP). 


Dugaan penipuan ini berawal saat ibu Roslina Hulu menawarkan dua bidang tanah kepada Marinus Gea untuk dijual, dua bidang tanah tersebut telah bersertifikat dan ada surat ukur resmi dari Badan Pertanahan Nasional. Masing-masing luas tanah yaitu 4.506 m2 dan 7.086 M2, penjual dan pembeli sepakat harga tanah Rp.100.000,-/meter, apabila ditotalkan maka semuanya sebesar Rp. Rp. 1.159.200.000,- (satu milyar seratus lima puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah). sebelum tanda-tangan Akta Jual Beli (AJB), ibu Roslina selaku penjual selalu menyampaikan kepada calon pembeli untuk melihat dan mengecek terlebih dahulu tanah tersebut, sehingga ketika Marinus Gea bersedia membeli dua bidang tanah tersebut dan tidak pernah mempersoalkan sertifikat tanah, maka mereka sepakat pada tanggal 1 Agustus 2016 ibu Roslina Hulu dan Marinus Gea beserta beberapa saksi menghadap Notaris/PPAT untuk tanda-tangan AJB dan itu sudah dilakukan, tetapi pada saat tanda-tangan AJB belum dibayar sama sekali oleh Marinus Gea, sehingga 3 hari setelah tanda-tangan AJB, Marinus Gea mentransfer uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) melalui Panin Bank dikirim ke Nomor Rekening BRI Cabang Gunungsitoli milik ibu Roslina (Klien) dan berjanji sisanya sebesar Rp. 959.200.000,- (sembilan ratus lima puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah) dibayarkan setelah terjadinya peralihan hak (balik nama) dalam Sertifikat Hak Milik atas dua bidang tanah milik tersebut. 

“Namun sejak sertifikat sudah beralih atas nama Marinus Gea (pembeli) pada bulan agustus 2016, sampai sekarang kurang lebih 6 bulan belum juga dilunaskan sisanya, sehingga kami telah melayangkan Somasi Hukum pada tanggal 20 Januari 2017, tujuan somasi untuk diselesaikan secara baik-baik/mediasi dan/atau kekeluargaan, namun Marinus Gea masih belum mau membayar sisanya, sehingga niat baik kami (ibu Roslina Hulu) tidak direspon baik oleh pihak pembeli, oleh karena itu satu-satunya cara adalah upaya hukum yaitu kami melaporkan Sdr. Marinus Gea atas Dugaan PENIPUAN/PERBUATAN CURANG (PASAL 378 KUHP) di Bareskrim Mabes Polri” urai Finsen Mendrofa SH., C.L.A didampingi rekannya 

Wardaniman Larosa, SH.,C.L.A, Bayu Sukma, SH.,MH, Asnal Hafiz SH dan Marianus Mendrofa SH sebagai kuasa hukum dari ibu Roslina Hulu.

Laporan korban terlampir dalam TBL/140/II/2017/Bareskrim, berdasarkan Laporan Polisi LP/228/II/2017/Bareskrim yang diterima Perwira Siaga III Iptu Marudut Hutahaean SH. (Sla)

Bagikan artikel ini :