Home Film Setelah 8 Bulan Bekerja, Akhirnya Rapat Paripurna BPI Terselengara

Setelah 8 Bulan Bekerja, Akhirnya Rapat Paripurna BPI Terselengara

673
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Setelah panitia penyelengara bentukan pengurus Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2014-2017 bekerja selama 8 bulan, akhirnya Rapat Paripurna BPI dapat terselengara untuk pertama kali.

“Syukur hari ini (20/02) rapat paripurna BPI pertama kali ini bisa kita laksanakan di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat,”ungkap Ketua Panitia Dewi Santika, kepada globalnews.co.id di lokasi acara.

Menurut Dewi, Rapat Paripurna BPI adaIah mekanisme pemilihan pengurusan BPI untuk periode selanjutnya, dan di dalamnya juga akan dibahas berbagai permasalahan penting yang menyangkut pengembangan perfilman Indonesia, termasuk diantaranya perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BPI, serta program kerja BPI untuk kepengurusan periode selanjutnya.

Pengurus BPI 2014-2017 terpilih dalam Musyawarah Besar Perfilman Indonesia yang beda pada 15-17 Januari 2014 IaIu di Hotel Borobudur, Matraman dan Hotel BaIairung, Jakarta, melibatkan sekitar 84 peserta dari 42 organisasi, 75 peninjau, dan undangan Iainnya dari dunia perfilman.Masa kepengurusan mereka telah berakhir.

“Ketua panitia dibantu panitia pengarah menyusun materi persidangan, dan tim verifikasi melakukan verifikasi atas undangan perwakilan organisasi perfilman yang akan terIibat aktif dalam rapat paripurna Ini,”ujar Dewi

Panitia pengarah dikepalai oleh AIex Sihar (produser/penggiat perfilman), serta beranggotakan Totot Indrarto (kritikus), Lance Mengong (sutradara), Panji Wibowo (sutradara), dan Indrayanto Kurniawan (sutradara). Tim Verifikasi terdiri dari Agni Aryatama (sinematografer/Wakil Rektor IKJ), Suzen HR. Tobing (pengajar/WakIl Rektor IKJ), dan Dimas Iayasrana (penggiat komunitas mm) Kerja panitia penyelenggara Ini difasiIItasI oIeh Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Rapat Paripurna dihadiri oleh para utusan resmi organisasi kegiatan perfIIman, organisasi usaha perfilman, organisasi profesi perfilman, dan organisasi pendidikan perfilman. Tercatat ada 45 organisasi akan terIibat dalam RP BPI ini dari Aceh sampai Papua, dari organisasi-organisasi yang telah puluhan tahun membangun perfilman Indonesia, seperti KFT (Karyawan Film dan Televisi), PPFI (Persatuan Pemsahan Film Indonesia), dan PARFI, sampai organisasi-organisasi yang jauh Iebih muda sepertl APROFI (Asoslasi Produser FIIm Indonesia), IFDC (Indonesian Film Director’s CIub), RAI (Rumah Aktor Indonesia), serta komunitas-komunitas film yang berperan besar dalam pengembangan perfilman di masyarakat seperti JKFB (Jaringan Kelja Film Banyumas) dan Kineforum-DKJ.

Acara pembukaan rapat paripurna malam ini di buka oleh Bapak Muhadir Effendy selaku Mendikbud dan acara ini juga di hadiri oleh Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi mewakili Menteri Mendikbud, dan Wakil Kepala BEKRAF, Ricky Pesik mewakill Kepala BEKRAF, Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfllrnan Kemendikbud, dan Endah Wm. Sulistianti selaku Deputi 6 BEKRAF.

Rapat Paripurna akan berlangsung dalam Sidang-sidang Pleno dan Komisi pada 20-23 Februari 2017. Pada penutupan tanggal 23 Februari nanti, rencananya akan dihadiri oleh Dirjen Kebudavaan Kemendikbud, Bp. Hilmar Farid yang akan menerima penyerahan hasil Rapat Paripurna dari Pimpinan Sidang, untuk diteruskan kepada Presiden RI, Joko Widodo. Berdasarkan UU No.33/2009 tentang Perfilman, Pengurus BPI yang terpilih akan dikukuhkan oIeh Presiden RI melalui Surat Keputusan Presiden. (Rik)

Bagikan artikel ini :