Home Edukasi Yayasan Tunas Sejati Gelar Pertunjukan Seni Tentang “Ruh”

Yayasan Tunas Sejati Gelar Pertunjukan Seni Tentang “Ruh”

584
0
Bagikan artikel ini :

globalnews.co.id (Jakarta) – Pertunjukan Seni dari Yayasan Tunas Sejati yang menaungi Lembaga Pendidikan Tinggil Ilmu Tauhid Tunas Sejati, bertemakan”Setiap Ruh Ingin Kembali Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dengan Selamat”di Ruang Harmoni, Hotel Harper MT Haryono, Jakarta Timur,(18/2)

Pagelaran seni dapat di tonton oleh berbagai komponen bangsa, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat lintas lembaga, agama dan profesi, yang bertujuan sebagai wujud konstribusi mengajak semua komponen bangsa agar dapat merenungi bahwa setiap ruh tanpa memandang agama, suku, ras ingin kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selamat.

Pagelaran seni ini didukung oleh para talent seperti  Evi Sumardiani, Suhasbi, Alex Luhulima, Saskia Tasnim Utami, Tomi Tri Adianto, Sukardono Utomo, Salsabiila Luqman, dan Penari Sufi ISAQ Talent. Sebuah perpaduan seni yang menggambarkan perjalanan hidup manusia untuk menemukan jati dirinya dan menjalani kehidupan sesuai dengan iradat Allah.

Dalam pegelaran seni ini juga menampilkan  berbagai Karya Ibu Susilawati Susmono (Guru Besar Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati dan ISAQ Education Center) seperti : lagu Liku-Liku Kehidupan, Jati Diri, Duna Fana, Kemenangan, Kebenaran Hakiki, Kutemukan Kasih Sayang, Pintu Tobat Selalu Terbuka, Kasih Yang Suci, Saling Mengasihi, Pasrah, Yakin Padamu Satu dan Selalu. Dan dalam pegelaran ini hampir seluruh tampilan diiringi tari sufi dengan berbagai format. Lagu-lagu tersebut diaransemen oleh seorang maestro biola Indonesia : almarhum Idris Sardi dan beberapa lagu diaransemen dan diiringi secara live oleh Alex Luhulima.

Tampilan seni tersebut secara substansi diulas oleh para narator yaitu : DR rer.nat, Ir.Hj. Krisnani Setyowati (Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati), Bima Himawan Ramantika, ST, MM (Direktur ISAQ Education Center), Ir.Hj. Sandra Rina Sehalangi, MBA (Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan), H. Dedi Luqman Junaedi Uton (Pengawas Yayasan Riyadhatul Ihsan), Hj. Nuzulia Hasanah (Ketua Yayasan Tunas Sejati), H. Sukardono Utama, BE (Anggota Yayasan Tunas Sejati), Zuhartina S. Pd (Pengurus Yayasan Tunas Sejati) serta Bekti Baskoro (Pengurus Yayasan Tunas Sejati).

Ada beberapa pesan yang diangkat dalam Pagelaran Seni ini seperti : “Setiap Ruh sebagai anak cucu Adam secara universal tanpa memandang agama, suku, ras, tetapi yang paling utama adalah anak cucu Adam, dipanggil oleh Allah agar mengenakan pakaian penutup aurat, pakaian perhiasan dan yang ketiga, pakaian taqwa. Tidak akan ada taqwa tanpa mengenal Tuhan Yang Maha Esa dalam arti mengenal Tauhid Dzati. Tidak ada sifat tanpa adanya Dzat. Pesan apabila bangsa ini ingin bangkit, solusi utama adalah mengenal Tuhan Yang Maha Esa diawali dengan mengenal Makrifat Dzat, Makrifat Sifat, Makrifat Asma dan Makrifat Fi’il.

Jika manusia sudah mengenakan ketiga pakaian tersebut di atas secara hakikat dan sudah mengenal sampai tuntas pada Tauhid Dzati, Sifat 20 Allah akan diberikan karena itu melekat kepada Dzat. Mendaki mutlak harus dilakukan sampai selesai tanpa meninggalkan kebelangan setitikpun yang artinya, secara tulus ingin mengenal Allah tanpa ada embel-embel apapun urusannya di dunia, termasuk karena harta dan jabatan yang diinginkan (rik)

Bagikan artikel ini :